Kuasai 9,22 Gram Sabu-sabu, Budi Hartono Dituntut 12 Tahun Penjara

Budi Hartono alias Rajus (24) akhirnya menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar

Penulis: Putu Candra | Editor: Irma Budiarti
Net
Ilustrasi sabu-sabu 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Budi Hartono alias Rajus (24) akhirnya menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (1/11/2018).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam surat tuntutannya, menuntut Budi Hartono dengan pidana penjara selama 12 tahun.

Ia dinilai bersalah tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotik golongan I bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram, berupa tujuh paket sabu-sabu dengan total berat 9,22 gram netto.

Terhadap tuntutan jaksa, terdakwa yang didampingi penasehat hukumnya dari Pos Bantuan Hukum Peradi akan mengajukan pembelaan tertulis.

Nota pembelaan akan dibacakan pada sidang pekan depan.

"Terima kasih Yang Mulia. Kami akan mengajukan pembelaan tertulis. Mohon diberikan waktu untuk menyusun pembelaan," pinta Fitra Octora selaku anggota penasehat hukum kepada majelis hakim pimpinan Dewa Budi Watsara.

Sementara Jaksa I Nyoman Lovi Purnawan dalam pembacaan surat tuntutan menyatakan, terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti melakukan tindak pidana narkotik.

Sebagaimana dakwaan alternatif kedua, Budi Hartono dijerat Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotik, sebagaimana dakwaan kedua.

"Menuntut supaya majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan, menjatuhkan pidana kepada terdakwa Budi Hartono alias Rajus dengan pidana penjara selama 12 tahun. Dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara. Perintah tetap ditahan," tegas Jaksa Made Lovi.

Selain dituntut pidana badan, jaksa juga menuntut terdakwa Budi Hartono dengan pidana tambahan yakni pidana denda.

"Menuntut pidana denda kepada terdakwa dengan pidana sebesar Rp 800 juta subsider tiga bulan penjara," imbuh Jaksa asal Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar ini.

Dibeberkan dalam surat dakwaan, terdakwa ditangkap pada hari Rabu 13 Juni 2018 sekitar pukul 08.40 WITA di kosnya yang beralamat di Jalan Cargo Taman, Ubung Kaja, Denpasar Barat.

Saat penangkapan, petugas kepolisian menemukan 7 paket sabu-sabu dengan total berat 9,22 gram netto.

Penangkapan terdakwa, berawal adanya informasi yang diperoleh petugas kepolisian.

Berbekal informasi itu petugas kepolisian dari Reserse Narkoba Polres Badung melakukan penyelidikan, dan penangkapan terhadap terdakwa.

Selanjutnya, petugas kepolisian melakukan penggeledahan terhadap terdakwa dan kamar kosnya.

Dari hasil penggeledahan ditemukan tujuh paket sabu-sabu.

Selain itu, ditemukan lima bendel plastik klip kosong, alat isap, serta barang bukti terkait.

"Dari interogasi sementara, terdakwa mengaku mendapat 7 paket sabu-sabu itu dari Kadek Loco dengan cara mengambil tempelan," ungkap Jaksa I Made Lovi kala itu. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved