Pemukiman dengan Galian TPA Hanya Berjarak 2 Meter, Warga Resah Terjadi Longsor Saat Musim Hujan

Proyek galian di daerah Kutuh, Kuta, lebih tepatnya memasuki perumahan Kampial Residence akan dijadikan tempat pengolahan sampah

Pemukiman dengan Galian TPA Hanya Berjarak 2 Meter, Warga Resah Terjadi Longsor Saat Musim Hujan
Tribun Bali/Rino Gale
Terlihat jarak galian dengan pemukiman warga sangat dekat kisaran 2 meter, warga resah antisipasi terjadinya longsor saat musim hujan tiba, Minggu (4/11/2018). 

"Bisa dilihat sendiri itu, jarak belakang rumah dengan galian sangat dekat, ya dua meteran. Yang pasti saya menolak, ketakutannya kalau longsor saat musim hujan tiba gimana? Saat pengerjaan galian pun, getaran terasa, mengganggu karena suaranya bising, sampai-sampai debu bertaburan masuk ke dalam rumah. Apalagi jika memang sudah jadi TPA ataupun pengelolaan sampah, bau sangat berpengaruh bagi kesehatan, tidak bisa dibayar dengan uang," ungkapnya.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Badung, A.A. Ngurah Bayu Kumara Putra mengungkapkan, pihaknya belum memantau secara langsung di lokasi terkait jarak galian dengan pemukiman warga.

Ia mengatakan, untuk mengantisipasi agar tidak rawan terjadi longsor, secara teknis harus dipastikan tidak akan ada gerusan air di tepi galian, serta dilihat juga jenis tanahnya, jarak terhadap tebingnya dan aliran air permukaan.

"Kalau secara teknis, harus dipastikan tidak akan ada gerusan air ditepi galian itu, ya caranya ya disender atau diberi senderan jika rawan longsor. Di lain sisi tergantung jenis tanahnya, jarak terhadap tebingnya dan aliran air permukaan. Kita belum berani memastikan karena masih belum melihat langsung. Ya nanti saya akan koordinasikan dengan desa terkait hal ini," ujarnya.(*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved