Soal Pengobatan Usada Menggunakan BPJS, Wakil Dekan Ayurweda UNHI: Asal Pengelolaannya Benar

wacana dalam pengobatan usada atau alternatif ini juga direncanakan dapat dilakukan melalui sistem pembayaran BPJS

Soal Pengobatan Usada Menggunakan BPJS, Wakil Dekan Ayurweda UNHI: Asal Pengelolaannya Benar
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Wakil Dekan Fakultas Kesehatan Ayurweda Universitas Hindu Indonesia (UNHI), Ida Bagus Putra Suta, S.Ag., M.Si 

Soal Pengobatan Usada Menggunakan BPJS, Wakil Dekan Ayurweda UNHI: Asal Pengelolaannya Benar

Laporan jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Wacana mengembangkan pengobatan alternatif atau usada dicetuskan oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster beberapa hari lalu.

Dalam jumpa pers di Kantor Gubernur Bali pada Jum'at (2/11/2018), Koster mengatakan bahwa warisan lontar usada adalah kearifan lokal yang harus dilindungi dan digali manfaatnya dalam usaha mewujudkan kesehatan masyarakat.

"Itu juga merupakan sumber ilmu pengetahuan pengobatan tradisi leluhur Bali, yang perlu digali dan dibuktikan secara ilmiah. Sehingga menjadi sumber dan metode pengobatan baru," terangnya seperti dikutip dari laman Tribun Bali yang dimuat pada Sabtu, (03/11/2018).

Baca: Ini Dia Creative Workshop dan Band Performance yang Tampil di Hari Kedua Maker Festival

Baca: Nikmati Akhir Pekanmu dengan Nonton Film di Bioskop Bersama Orang Terkasih, Ini Jadwalnya

Baca: Hotman Paris Nilai Tak Lazim Pecahnya Black Box Pesawat Lion Air JT 610, Ini yang Ditakutkannya

Koster juga mengatakan bahwa pengobatan alternatif atau usada ini lumayan diminati masyarakat.

Bukan hanya itu, wacana dalam pengobatan usada atau alternatif ini juga direncanakan dapat dilakukan melalui sistem pembayaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Dekan Fakultas Kesehatan Ayurweda Universitas Hindu Indonesia (UNHI), Ida Bagus Putra Suta, S.Ag., M.Si mengatakan bahwa dirinya secara pribadi tidak pernah meminta pembayaran dengan menyebutkan nominal.

Baca: Kecelakaan di Beberapa Lokasi Saat Malam Minggu, Satu Korban dalam Kondisi Hamil Alami Hal Ini

Baca: BREAKING NEWS: Duka di Hari Minggu, Pretty Asmara Dikabarkan Meninggal Dunia Pukul 6 Pagi Tadi

Baca: Viral Pidato Tampang Boyolali Berujung Dilaporkannya Prabowo, Begini Video Laengkapnya

Karena itu malah menyebabkan dirinya akan semakin terbebani.

Selama ini sistem pembayaran dalam pengobatan alternatif di Bali memang berbeda dari biasanya yang menggunakan istilah sesari.

Hal itu juga masuk dalam etika seorang Pengusada yang tidak boleh meminta jumlah nominal dalam pembayaran.

"Bagi pengusada yang masih sangat tradisional pasti dia masih mempertahankan etika itu," terangnya saat ditemui Tribun Bali pada Jum'at, (02/11/2018).

Jika dalam pengobatan usada nantinya akan menggunakan sistem BPJS dirinya berharap ada sistem pengelolaan yang baik.

"Cuma dengan regulasi saat ini, ya ada standar (pembayaran) bagus juga yang penting kan pengelolaannya benar," jelasnya.

Menurutnya selama ini sebenarnya sistem BPJS sangat baik, namun karena ada keterbatasan dalam pengelolaan sehingga menyebabkan terjadinya beberapa hal yang kurang baik. (*)

Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved