Wayang Ental dan Suling Empretan yang Memukau Penonton, Begini Keseruannya

Sabtu (3/11/2018) malam, tampil dua sanggar dalam gelaran Bali Mandara Nawanatya III

Wayang Ental dan Suling Empretan yang Memukau Penonton, Begini Keseruannya
Istimewa
Penampilan Wayang Ental dan Suling Empretan, Sabtu (3/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sabtu (3/11/2018) malam, tampil dua sanggar dalam gelaran Bali Mandara Nawanatya III.

Kedua Sanggar itu yaitu Sanggar Seni Kuta Kumara Agung dan Sanggar Dewari Swari Karangasem yang tampil di Gedung Ksirarnawa, Art Center, Denpasar.

Penampilan dibuka oleh Sanggar Seni Kuta Kumara Agung yang membawakan teatrikal wayang ental bertajuk Mungkah.

Kata Mungkah berarti memulai yang mengisahkan seorang tokoh bernama Gusti Pada yang menjadi dalang pertama di Desa Kuta.

"Komunitas Wayang Ental yang berada di dalam Sanggar Seni Kuta Kumara Agung ini menampilkan sesuatu yang boleh dikatakan terobosan baru," kata Ketua Komunitas Wayang Ental, Gusti Made Darma Putra.

Meski komunitas ini sudah berdiri 15 tahun, namun Wayang Ental yang berbahan dasar daun ental ini terdiri dari bentuk 2 (dua) dimensi dan 3 (tiga) dimensi ini baru terlahir tahun 2016 dan 2017 lalu.

"Idenya dua tahun lalu, tapi baru bisa rampung untuk yang dua dimensi tahun 2016 dan yang tiga dimensi tahun 2017," imbuhnya.

Melihat fenomena bahwa dunia pedalangan maupun pewayangan kian tak tertoleh generasi muda, membuat keinginan Darma kian besar untuk meneruskan penciptaan wayang ental meski tak sedikit yang mencibir.

Bahkan tak sedikit yang bilang kalau wayang ini keluar dari pakem-pakem wayang, tapi sebetulnya tidak.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved