Dolly Tattoo Digasak hingga Tiga Kali, Wayan Sumirat Sebut Lokasinya Rawan Aksi Kriminal

Warga Banjar Teruna, Desa Siangan, Gianyar, I Wayan Sumirat tak pernah mengira bakal kemalingan hingga tiga kali

Dolly Tattoo Digasak hingga Tiga Kali, Wayan Sumirat Sebut Lokasinya Rawan Aksi Kriminal
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Wayan Sumirat bekerja mentato usai sempat tutup karena tak punya piranti kerja, Senin (5/11/2018). 

“Atap, kondisinya masih utuh. Kemungkinan pencuri menggunakan kunci duplikat. Sebab saat saya mau ke dalam pada pagi hari, pintu kios saya terbuka,” ungkapnya.

Menurut dia, lokasi kios tatonya relatif rawan terhadap aksi kriminal.

Sebab posisinya berada jauh dari pemukiman masyarakat, dan saat malam hari areal sekelilingnya gelap gulita lantaran minimya penerangan jalan.

“Saya berharap masyarakat yang memiliki usaha di kawasan (yang sama seperti) saya membuka tempat tato, agar berhati-hati. Sebab bisa saja menjadi korban berikutnya, karena kawasan di sini berbahaya. Sepi dan saat malam hari gelap, sehingga maling bisa leluasa,” katanya.

Meskipun mengalami kerugian yang relatif signifikan, pihaknya memilih untuk tidak melaporkan kasus ini ke polisi.

Hal itu atas pertimbangan waktu.

“Saya tidak lapor polisi, karena nanti banyak menghabiskan waktu. Tapi untuk mengantisipasi hal ini terjadi lagi, dan untuk memudahkan polisi mengungkap kasus ini, saya akan pasang CCTV di sana,” ujarnya.

Atas kasus ini, Sumirat sempat kehilangan mata pencahariannya.

Namun, ia beruntung memiliki kerabat yang memberikannya modal untuk memulai usaha lagi.

“Saya sempat tutup tiga hari, karena tak ada alat untuk bekerja, dan tidak ada modal untuk membeli. Tapi, untung ada teman dan keluarga yang meminjamkan uangnya, jadi saya bisa bekerja lagi,” ujarnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved