Indonesia Tegaskan Komitmen Cegah Penyakit Zoonosis Global

Sebanyak 15 negara yang tergabung dalam Zoonotic Diseases Action Package (ZDAP) hadir membahas pencapaian dan rencana aksi implementasi 2014-2019

Indonesia Tegaskan Komitmen Cegah Penyakit Zoonosis Global
Tribun Bali/Rino Gale
Pembukaan ZDAP Photographic Stories Exhibition sekaligus pameran untuk menunjukkan keberhasilan Indonesia dalam pengendalian penyakit Zoonosis Global yang bersumber dari binatang, di BNDCC, Nusa Dua, Senin (5/11/2018). 

Di tengah keberhasilan Indonesia dalam mengendalikan ancaman pandemi, Sigit Priohutomo kembali mengingatkan peningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan oleh lintas sektor untuk mencegah pandemi di masa depan.

"Mengingat sumber daya alam Indonesia termasuk keanekaragaman hayati yang ada serta corak sosial ekonomi masyarakat, maka Indonesia tetap menempatkan pencegahan zoonosis dan Penyakit Infeksi Baru (PIB) sebagai prioritas upaya pengendalian," tuturnya.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Anung Sugihantono mengungkapkan, Kementerian Kesehatan telah mempunyai sistem kewaspadaan dini dan respons yang terintegrasi untuk mengatasi ancaman pandemi pada manusia.

"Salah satu keberhasilan dalam pengendalian zoonosis ialah dengan menurunnya angka kasus flu burung pada manusia, sejalan dengan menurunnya kasus pada hewan melalui kerja sama antara petugas lapangan dari sektor kesehatan masyarakat dan kesehatan hewan," ungkapnya.

I Ketut Diarmita, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian menambahkan, upaya pengendalian zoonosis merupakan prioritas utama dalam kesehatan hewan, karena dapat meminimalisir ancaman pada kesehatan masyarakat dan meningkatkan ekonomi industri peternakan.

"Untuk itu diperlukan peningkatan kapasitas sumber daya kesehatan hewan dalam deteksi, pencegahan, dan respons terhadap penyakit hewan, terutama zoonosis," jelasnya.

Ia menegaskan, kesehatan hewan sangat berperan penting terhadap terciptanya kesehatan global, terlebih karena hewan adalah salah satu sumber pangan.

Selain itu, pencapaian yang tak kalah penting terkait penanggulangan zoonosis yang bersumber dari satwa liar disampaikan oleh Wiratno, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Ia menyampaikan, Pembangunan Sistem Informasi Pelaporan Kesehatan Satwa Liar (Sehatsatli) merupakan salah satu upaya deteksi dini penyakit pada satwa liar di ex situ yang berpotensi menular pada hewan domestik dan manusia.

"Kita juga berkomitmen menanggulangi zoonosis dengan membentuk gugus tugas One Health yang anggotanya terdiri dari lintas sektor untuk pengendalian zoonosis bersumber satwa liar," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved