Pesawat Lion Air Jatuh

Kabasarnas: Operasi SAR Lion Air JT 610 Diperpanjang 3 Hari

Kabasarnas menegaskan bahwa operasi SAR jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT 610 diperpanjang selama 3 hari

Kabasarnas: Operasi SAR Lion Air JT 610 Diperpanjang 3 Hari
Istimewa
Proses evakuasi pesawat Lion Air JT 610. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Kabasarnas menegaskan bahwa operasi SAR jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT 610 diperpanjang selama 3 hari lagi.

"Setelah kami evaluasi dan koordinasi, serta masukan-masukan dari lapangan, operasi SAR kami perpanjang 3 hari," tegas Kabasarnas Marsdya M Syaugi, di Posko Terpadu JICT 2 Tanjung Priok, Minggu (4/11/2018) kemarin.

Marsdya M Syaugi berharap dengan penambahan waktu tersebut serta sinergitas dan soliditas seluruh tim gabungan yang terlibat dalam operasi SAR, baik dari Basarnas, TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, BPPT, KNKT, KKP, Bea Cukai, Pertamina, dan seluruh Potensi SAR dapat segera menyelesaikan operasi tersebut.

Kabasarnas juga menjelaskan, selain korban Lion Air JT 610, tim SAR khususnya para penyelam telah menemukan engine, satu telah dievakuasi ke Posko Terpadu, satunya dalam kondisi tidak lengkap yang sudah dipastikan koordinatnya.

Untuk bagian roda Lion Air JT 610, satu lengkap sudah dievakuasi ke Posko Terpadu, sementara dua roda lainnya dalam kondisi tidak lengkap sudah diketahui posisinya.

Terkait bodi pesawat Lion Air JT 610, Kabasarnas menjelaskan bahwa tim SAR belum menemukannya.

"Saya tegaskan, bahwa yang kami temukan dan kami evakuasi adalah bagian skin atau kulit-kulit pesawat cukup banyak di dasar laut. Ini berdasarkan data berupa gambar dan pencitraan dari ROV yang sampai saat ini telah menyapu area pencarian dengan radius 250 meter persegi," jelas Kabasarnas.

Selanjutnya, Kabasarnas juga menerangkan hasil pencarian CVR pesawat Lion Air JT 610 sebelumnya sempat terdeteksi ping locator meskipun sangat lemah.

"Sinyal yang diterima ping locator sudah ditelusuri oleh penyelam-penyelam gabungan yang andal, yang sudah kita bagi poin per poin area penyelaman, namun belum berhasil ditemukan secara fisik. Posisinya sekitar 50 meter arah barat laut dari pusat pencarian. Kondisi dasar laut berlumpur, kalau kita tusuk dengan besi satu meter, belum sampai ke dasarnya," jelasnya.

Kabasarnas juga menjelaskan rencana operasi selanjutnya tetap mengandalkan pencitraan dari ROV.

Setelah mendapat gambar yang jelas dan presisi, baru dilaksanakan penyelaman.

Selain itu, tim SAR juga melaksanakan penyisiran baik ke arah barat maupun ke arah timur di pesisir Pantai Tanjung Pakis.

"Penyapuan juga dilaksanakan dari darat, mengingat kemarin dari kawasan itu ditemukan banyak korban," terangnya.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved