Kini Kejari Klungkung Periksa 27 Saksi di Nusa Penida Terkait Kasus Dugaan Korupsi Biogas

Kasus dugaan korupsi pengadaan instalasi Biogas di Nusa Penida tahun 2014 lalu terus bergulir

Kini Kejari Klungkung Periksa 27 Saksi di Nusa Penida Terkait Kasus Dugaan Korupsi Biogas
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Kasi Intel Kejari Klungkung, I Gusti Ngurah Anom Sukawinata. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Kasus dugaan korupsi pengadaan instalasi Biogas di Nusa Penida tahun 2014 lalu terus bergulir.

Tidak hanya memeriksa 24 saksi di Klungkung daratan, penyidik Kejari Klungkung juga memeriksa 27 saksi di Nusa Penida.

Pemeriksaan diantaranya dilakukan terhadap para penerima bantuan biogas, senilai total Rp 890 juta tersebut

"Kita juga melakukan pemeriksaan terhadap 27 saksi di Nusa Penida. Pemeriksaan dilakukan kantor cabang Kejaksaan Negeri Klungkung di Nusa Penida," ungkap Kasi Intel Kejari Klungkung, I Gusti Ngurah Anom Sukawinata, Kamis (8/11/2018).

Pemeriksaan dilakukan secara maraton, terhadap 27 saksi di Nusa Penida itu.

Rata-rata warga yang dimintai keterangan merupakan para penerima bantuan.

"Sementara belum ada pemanggilan terhadap tersangka. Kita masih dalami saksi-saksi, karena sekarang sudah memasuki penyidikan khusus," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kejari Klungkung telah menetapkan tiga tersangka terkait kasus dugaan korupsi pengadaan instalasi biogas di Nusa Penida, yakni inisial GG untuk Gita Gunawan, yang merupakan wakil ketua Komisi II DPRD Klungkung dari Fraksi Golkar.

Selain itu,  juga inisial TN untuk Tiarta Ningsih, yang merupakan istri dari Gita Gunawan yang tengah hamil tua, dan inisial CA untuk Made Catur Adnyana yang saat ini menjabat sebagai Kabid Pengkajian dan Pengembangan di Dinas Pariwisata.

Kasus ini berawal dari temuan tahunan BPK.

Halaman
12
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved