Breaking News:

Bali Paradise

Festival Mina Wisata 2018 Kolaborasikan Aktivitas Nelayan dengan Pariwisata

Masyarakat Kedonganan terutama kaum muda dan Jimbaran Bay Beach Resort & Spa pertama kali mengadakan Fesitival Mina Wisata 2018

Penulis: Rino Gale | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Rino Gale
Suasana press conference giat Festival Mina Wisata 2018 di Jimbaran Bay Beach Resort & Spa. Festival ini nantinya akan dilaksanakan di Pantai Kedonganan, Jumat (9/11/2018). 

"Dengan adanya kegiatan ini, saya mengharapkan masyarakat umum dan tentunya wisatawan mancanegara akan lebih mengetahui keberadaan pantai Kedonganan yang tidak kalah indah dengan pantai-pantai yang ada di Bali. Pantai Kedonganan merupakan aset yang harus dilestarikan, dijaga keindahan dan kebersihannya," ujarnya.

Mengingat Jimbaran Bay Beach Resort & Spa terletak di desa Kedonganan yang terkenal dengan aktivitas nelayannya, dan dikelilingi oleh indahnya pantai berpasir putih Kedonganan, serta berjarak hanya 15 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai, resort ini dirancang dengan perpaduan tradisional Bali dan konsep modern.

Resort ini tidak hanya cocok sebagai tempat tinggal, tetapi juga sempurna sebagai tempat pertemuan bisnis, resepsi pernikahan, ulang tahun dan acara khusus lainnya.

Mertha mengungkapkan, Kedonganan merupakan desa pesisir di sisi selatan pulau Bali yang sangat terkenal dengan sebutan desa penghasil Ikan.

Namun, sepuluh tahun terakhir kawasan ini berkembang sebagai salah satu lokasi wisata yang sangat diminati karena seafoodnya.

Desa Kedonganan meliliki dua pesisir dengan daya tariknya masing-masing, yaitu pantai Kedonganan pasir putih dan sunset di pesisir barat serta keindahan hutan mangrove di pesisir timur.

Pantai Kedonganan terletak sekitar satu kilometer ke arah barat dari Jalan Raya Uluwatu.

Jika telah melihat jajaran kapal-kapal nelayan, maka itulah pantai Kedonganan.

"Pantai Kedonganan secara geografis termasuk ke dalam wilayah Desa Kedonganan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Di sana, para pengunjung dapat melihat aktivitas para nelayan yang sedang bersandar di putih pasir pantai seperti merajut jala, menimbang hasil tangkapan ikan, nelayan datang dan pergi ke laut, atau hanya sekadar duduk di tepi pantai," ungkapnya.(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved