Herman: Hoaks Banyak Beredar Karena Minat Baca Masyarakat Rendah

Aparatur Sipil Negara (ASN) mengikuti acara sosialisasi revolusi mental dalam rangka meningkatkan pelayanan publik di lingkungan Pemkab Tabanan

Herman: Hoaks Banyak Beredar Karena Minat Baca Masyarakat Rendah
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Suasana saat acara sosialisasi revolusi mental dalam rangka untuk meningkatkan pelayanan publik di lingkungan Pemkab Tabanan di Gedung Mandala Mhantika Subak Sanggulan, Tabanan, Jumat (9/11/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Aparatur Sipil Negara (ASN) mengikuti acara sosialisasi revolusi mental dalam rangka meningkatkan pelayanan publik di lingkungan Pemkab Tabanan, di Gedung Mandala Mhantika Subak Sanggulan, Tabanan, Jumat (9/11/2018).

Acara ini menghadirkan dua narasumber diantaranya dari Kemenpan RB Herman Suryatman, dan Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda.

Dalam acara ini Herman Suryatman sempat menyinggung perihal banyaknya informasi hoaks yang kerap disebarkan oleh masyarakat secara umum.

Menurutnya, hal itu disebabkan kurangnya budaya literasi masyarakat.

Ditambahkannya, menurunnya budaya literasi masih banyak terjadi di kalangan ASN.

Hal tersebut dibuktikan dengan hasil survei minat baca yang hanya 0,001 persen, artinya dari 1000 orang hanya satu orang yang suka baca.

"Jadi menurut survei, memang masih minim budaya literasi di kalangan kita di Indonesia," katanya.

Herman melanjutkan, menurunnya budaya literasi juga bisa dilihat dari turunnya kunjungan, bahkan sepi pengunjung ke perpustakaan daerah yang ada.

Dikatakan Herman, ini tentu berbeda dengan negara-negara yang sedang berkembang dan maju, seperti Jepang, Korea, Singapura, dan daerah Eropa, yang justru menjadikan perpustakaan sebuah peradaban untuk memperoleh informasi maupun menambah wawasan.

"Salah satu penyebab hoaks banyak beredar karena minat baca kita rendah. Sehingga cara terbaik menangkal hoaks adalah dengan meningkatkan literasi," sarannya.

Hingga berita ini ditulis, kegiatan sosialisasi masih berlangsung.(*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved