Gebug Ende, Gebug Api, Gebug Alengka, Kisah Penyerangan Rama ke Alengka

Sanggar Tridatu Karangasem tampil di Kalangan Madya Mandala, Art Center dengan garapan yang cukup ekstrem

Gebug Ende, Gebug Api, Gebug Alengka, Kisah Penyerangan Rama ke Alengka
Widnyana Sudibya/Panitia Bali Mandara Nwanatya
Penampilan Sanggar Tridatu Karangasem dalam acara Bali Mandara Nawanatya III, di Kalangan Madya Mandala, Art Center, Denpasar, Sabtu (10/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sanggar Tridatu Karangasem tampil dalam acara Bali Mandara Nawanatya III, Sabtu (10/11/2018) malam.

Sanggar Tridatu Karangasem tampil di Kalangan Madya Mandala Art Center dengan garapan yang cukup ekstrem yakni tradisi gebug ende yang disisipi dengan fire dance.

Tradisi Gebug Ende merupakan tradisi khas Karangasem yaitu Seraya.

Menurut konseptor garapan, Komang Bagus Yudi Arcana bahwa Gebug Ende yang ditampilkan terdiri dari tiga kreasi, diantaranya Gebug Kreasi, Gebug Light, dan Gebug Api yang melibatkan setidaknya 50 orang penari.

"Pada Gebug Api, kami menggunakan alur cerita Rama menggebug Alengka sehingga judul garapan puncaknya yakni Gebug Alengka," kata Yudi.

Sanggar ini juga memperlihatkan keseruan fire dance yang dipadu padankan dengan tradisi Gebug Ende.

Hanya dengan waktu 2 (dua) minggu, Sanggar Tridatu Karangasem telah sukses membangkitkan api semangat penonton.

Yudi pun berharap bahwa untuk kedepannya tradisi Gebug Ende bisa terus berkembang dengan kreasi yang ada tanpa meninggalkan pakem-pakem aslinya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved