Serba Serbi
Sejarah Kelahiran Manca Agung Warih Ida Dalem Tegal Besung
Dalam kesempatan tersebut ia juga menceritakan sedikit sejarah lahirnya Manca Agung trah Ida Dalem Shri Aji Tegal Besung
Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bertempat di Gedung Ksirarnawa Art Center, Denpasar, Minggu (11/11/2018), dilaksanakan Pesamuhan Agung Kertha Semaya Trah Dhalem Provinsi Bali.
Acara ini juga sekaligus sebagai peringatan kelahiran Kertha Semaya yang kini telah berusia 9 tahun.
Dalam pesamuhan ini juga dilaksanakan acara sosialisasi buku Manca Agung trah Ida Dalem Shri Aji Tegal Besung yang disusun oleh AA Gede Mayun.
Menurut Ketua Umum Manca Agung Shri Aji Tegal Besung Bali, Dewa Nyoman Oka, buku ini disusun atas dasar penelitian pada artikel tradisional (lontar) dan buku ilmiah yang ada.
Dalam kesempatan tersebut ia juga menceritakan sedikit sejarah lahirnya Manca Agung trah Ida Dalem Shri Aji Tegal Besung.
"Pada tahun 1352 Ida Dalem Sri Aji Kresna Kepakisan jadi raja di Bali. Setelah 21 tahun jadi raja, tahun 1373 tahta diserahkan kepada Ida Dalem Sri Agra Samprangan," katanya.
Istri kedua Ida Dalem Sri Aji Kresna Kepakisan, Ni Gusti Ayu Kuta Waringin melahirkan putra Ida I Dewa Tegal Besung.
"Setelah Dalem Samprangan jadi raja dalam 7 tahun, 1380 beliau tidak melaksanakan tugas sebagai raja maka saat itu diangkat I Dewa Ketut Ngulesir di Gelgel," imbuhnya.
Sehingga tahun 1380 ada raja kembar di Samprangan dan di Gelgel.
Tiga tahun berikutnya Ida Dalem Agra Samprangan wahyu keprabon, maka adik paling bungsu yaitu Ida Dewa Tegal Besung dijadikan raja dengan gelar Ida Dalem Shri Aji Tegal Besung.
"Tahun 1383 sampai 1401 masih ada dua raja di Samprangan dan Gelgel. Tahun 1401 diadakan rekonsiliasi dan Ida Dalem Sri Semara Kepakisan diangkat sebagai raja, sedangkan Ida Dalem Shri Aji Tegal Besung jadi yua raja," katanya.
Sebelum meninggal, Ida Dalem Shri Aji Tegal Besung memanggil kelima putranya dari perkawinan dengan Ni Luh Pemaron.
Kelima putranya diberi nasehat yang lebih dikenal dengan bhisama dari Ida Dalem Tegal Besung.
"Ada tiga spirit trah Ida Dalem Tegal Besung yaitu diwajibkan ingat leluhur dengan bersembahyang di Dalem Samprangan dan di Besakih. Spirit kedua, trah Dalem Tegal Besung jangan berhenti belajar dan ketiga jagalah persaudaraan di antara semeton, jangan melupakan semeton dimanapun berada," imbuhnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pembukaan-pesamuhan-agung-kertha-semaya-trah-dhalem-provinsi-bali.jpg)