CPNS 2018

Banyak Pelamar CPNS di Bali Tak Lolos Passing Grade, Formasi yang Disediakan Dinyatakan Hangus

Sekretaris Daerah (Sekdaprov) Bali, Dewa Made Indra, mengatakan dirinya menerima laporan terkait banyaknya pelamar yang tak memenuhi passing grade

Banyak Pelamar CPNS di Bali Tak Lolos Passing Grade, Formasi yang Disediakan Dinyatakan Hangus
Tribun Bali/Putu Supartika
Tampak para peserta SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) CPNS 2018 melihat hasil CAT di layar yang disediakan panitia di Denpasar, Minggu (11/11/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sekretaris Daerah (Sekdaprov) Bali, Dewa Made Indra, mengatakan dirinya menerima laporan terkait banyaknya pelamar yang tak memenuhi passing grade (nilai ambang batas kelulusan) dalam Tes Kompetensi Dasar (TKD) CPNS Provinsi Bali.

Dewa Indra mengungkapkan, bila pelamar tidak memenuhi passing grade yang ditentukan, maka formasi yang diberikan pemerintah pusat sejumlah 818 orang tersebut akan hangus.

Ia melanjutkan, tak memenuhi passing grade berarti formasinya dipastikan hangus.

“Misalnya formasi 818, nanti yang memenuhi passing grade misalnya 300 orang ya 300, mau apa lagi. Kan passing grade pusat yang menentukan,” imbuhnya.

Ia menegaskan bagi peserta yang sudah melampaui passing grade, berapa pun jumlahnya bisa langsung mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

“Banyak yang tidak memenuhi passing grade. Kita tidak mencari kuota, tapi berapa pun yang lulus passing grade SKD ini, maka itulah yang boleh mengikuti SKB. Tidak memakai kuota, pokoknya berapa pun mereka bisa lanjut,” kata Dewa Indra saat ditemui di Taman Budaya Denpasar, pada Minggu (11/11).

Terkait evaluasi atas fenomena tersebut, Dewa Indra menuturkan telah dibahas di tingkat pusat. Hasil pembahasan, masing-masing daerah mengusulkan untuk melakukan evaluasi ke pusat.

Selanjutnya, kata dia, pusat akan dapat menyampaikan hasil evaluasinya setelah selesainya TKD secara keseluruhan.

“Dilaksanakan tes (TKD, red) dulu dan baru ketahuan nanti, ternyata yang bisa memenuhi passing grade itu jauh di bawah formasi yang ada. Dan ini gejalanya bukan di Bali saja, di wilayah yang lain juga sama. Karena itu di pusat akan dibahas dan didiskusikan lagi. Jadi kalau sudah selesai, maka sesuai ketentuan sekarang, maka itulah yang boleh mengikuti SKB.Berapa pun jumlahnya itu yang lulus passing grade,” terangnya.

Ia menyampaikan, passing grade bukan pemprov yang menentukan, namun daerah hanya ditugaskan sebagai pelaksana.

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved