Operasi Zebra Agung 2018 Didominasi Pelanggar Tak Pakai Helm dan Pengendara di Bawah Umur

Selama dua pekan pelaksanaan Operasi Zebra Agung 2018 Polresta Denpasar mencatat ribuan pelanggaran lalu lintas

Operasi Zebra Agung 2018 Didominasi Pelanggar Tak Pakai Helm dan Pengendara di Bawah Umur
Istimewa/Polresta Denpasar
Kapolresta Denpasar, AKBP Ruddi Setiawan didampingi Kasatlantas, AKP Adi Sulistyo Utomo saat ditemui awak media di Kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandi, Renon, Denpasar, Senin, (12/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Selama dua pekan pelaksanaan Operasi Zebra Agung 2018, tepatnya mulai 30 Oktober hingga 12 November 2018, Polresta Denpasar mencatat ribuan pelanggaran lalu lintas.

Kapolresta Denpasar, AKBP Ruddi Setiawan yang didampingi Kasatlantas, AKP Adi Sulistyo Utomo mengatakan bahwa pihaknya mencatat ribuan pelanggaran.

"Jumlah pelanggaran yang ditilang sebanyak 2.324 dan ada teguran sebanyak 79," terangnya saat ditemui awak media di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandi, Renon, Denpasar, Bali pada Senin (12/11/2018) sore.

Selain adanya pelanggaran tilang dan teguran tersebut, masih ada catatan berupa kecelakaan sebanyak 10 kejadian, meninggal dunia 7 orang, luka berat ada 3, luka ringan ada 6, dan kerugiaan materiil sebesar Rp 31,1 juta.

Ruddi menerangkan bahwa jumlah pelanggaran ini menurun dari tahun sebelumnya.

Dengan adanya penurunan ini, jelasnya, berarti sudah ada kesadaran dari masyarakat mengenai kesadaran dalam berlalu lintas.

"Masyarakat di Bali ini sudah mulai sadar (untuk) taat berlalu lintas (dan) taat hukum mengendarai kendaraan," jelasnya.

Meski terjadi penurunan, mantan Wadireskrimsus Polda Bali ini menekankan kepada masyarakat untuk selalu taat menggunakan helm dalam berlalu lintas.

Pasalnya dari data tersebut, pelanggaran yang paling banyak yakni pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm.

"Jadi kami harapkan untuk masyarakat pengguna sepeda motor gunakan helm yang ada SNI-nya ya. Jangan helm-helm proyek itu. Minimal harus ada SNI-nya. Jadi kalau ada kecelakaan (mampu) mengamankan kepala," jelasnya.

Selain penggunaan helm, pengendara di bawah umur juga menjadi sorotan.

"Saya harapkan untuk orang tuanya, janganlah dikasih anaknya sepeda motor untuk ke sekolah. Minimal dianterlah sama orang tuanya atau dinaikkan kendaraan umum," katanya.

Ruddi menegaskan agar orang tua tidak memberikan izin pada anaknya yang masih di bawah umur untuk mengendarai sepeda motor, pasalnya, hal itu sama saja dengan mencelakakan anak tersebut.

"Yang paling penting itulah, anak-anak sekolah itu janganlah pakai sepeda motor. Udah naik sepeda motor nggak pakai helm lagi," terang Ruddi. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved