Dua Gadis Bonek Mania Bersama 20 Temannya Ditindak di Pelabuhan Gilimanuk dan Langsung Dipulangkan

Dua Gadis Bonek Mania Bersama 20 Temannya Ditindak di Pelabuhan Gilimanuk dan Langsung Dipulangkan

Dua Gadis Bonek Mania Bersama 20 Temannya Ditindak di Pelabuhan Gilimanuk dan Langsung Dipulangkan
Humas Satpol PP Kabupaten Jembrana
Satpol PP Kabupaten Jembrana mengamankan puluhan anggota Bonek, Rabu (14/11/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Pertandingan Liga I antara Bali United kontra Persebaya, digelar Minggu (18/11/2018) mendatang.

Laga krusial ini mendapat animo tersendiri dari kalangan supporter, terutama Bonek Mania, fans Persebaya Surabaya.

Sayangnya, para Bonek Mania seakan membandel, mereka nekat ke Bali tanpa identitas.

Baca: Gadis Manado ini Pacaran dengan Gurunya Sejak SMP, Banyak Rintangan hingga Berakhir di Pelaminan

22 Bonek Mania pun dipulangkan, dua diantaranya masih gadis belia berusia 15 dan 16 tahun.

20-an Bonek ini diamankan ketika masuk ke Pulau Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk.

Mereka diamankan di sekitaran Terminal Cargo Pelabuhan.

Baca: Pesawat Wings Air Terbang Miring, Penumpang Ungkap Terjadi Goyangan Aneh Hingga Kembali Mendarat

Mereka pun terpaksa dipulangkan kembali ke Jawa Timur, dengan kapal penumpang.

Kabid Penegakan Perundang Undangan Daerah Satpol PP Jembrana I Made Tarma, menyatakan, 22 Bonek Mania itu diamankan pada Rabu (14/11/2018) sekitar pukul 06.15 Wita, di terminal Cargo.

Kedatangan mereka untuk menyaksikan laga Bali United Vs Persebaya di Gianyar, Minggu mendatang.

Baca: Cewek ABG ini Kerap Dekati Bule Pria yang Mabuk di Legian, Tanpa Disadari Si Cewek Lakukan Hal ini

"Mereka kami amankan karena alasan antisipasi kamtibmas di Bali," ucapnya.

Tarma menjelaskan, bahwa puluhan Bonek ini masih berusia sekitar 14 hingga 19 tahun.

Mereka semuanya berasal dari Sidoarjo, Jawa Timur.

Baca: Kasus Maria Ozawa di Kantor Imigrasi Denpasar Berbuntut Panjang, Oknum yang Minta Foto Akan Dituntut

Pengakuannya, mereka numpang truk dari Jawa ke Bali, dan nantinya dari Pelabuhan Gilimanuk ke Denpasar, juga menumpang truk.

"Semua dari Sidoarjo. Rata-rata masih muda-muda. Dua orang malah, perempuan. Masih gadis belia sekali. Yang satu umur 15 dan satunya 16 tahun," ungkap Tarma.

Tarma menyebut, penindakan kepada para Bonek Mania ini hanya untuk diberikan pembinaan dan arahan.

“Mereka datang ke Bali dengan mencegat truk saja sangat beresiko dan dapat mengganggu ketertiban,” tegasnya.

Sebelumnya, tujuh orang supporter Bonek Mania diamankan oleh Satpol PP Jembrana, Selasa (13/11/2018) kemarin.

Bonek mania yang terbilang masih muda ini diamankan di-traffic light perempatan taman makam pahlawan Jalan Gilimanuk - Denpasar, saat mencegat truk ke arah Denpasar.

Seorang Bonek yang enggan disebut namanya itu, mengaku bahwa berangkat dari Surabaya hingga ke Bali dengan nggandol (numpang truk atau kendaraan muatan lainnya, red).

Mereka kemudian masuk ke Bali, dengan maksud ke Denpasar terlebih dahulu.

Sebelum nantinya akan ke Gianyar.

"Naik truk ke Denpasar. Gak ada duit buat naik bus. Cuma ada duit makan," tutur seorang bonek ketika diamankan di Kantor Satpol PP Kabupaten Jembrana.

Tujuh suporter fanatik Persebaya ini, tidak ada satupun yang membawa identitas diri berupa KTP.

Mereka, hanya berbekal kartu keluarga (KK), saja.

Menariknya, ketika di pos pemeriksaan Pelabuhan Gilimanuk itu mereka bisa lolos.

Pengakuan mereka, mereka menghindari pemeriksaan dari penjaga pos.

Singkatnya, mereka lewat belakang pos pemeriksaan.

"Kalau masuk nggak diperiksa. Jadi lewat belakang pos," ungkap mereka.(*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved