Gubernur Koster akan Kembangkan Home Industri Produk Minuman Tradisional Arak Bali

Gubernur Bali, Wayan Koster menyikapi adanya produk-produk unggulan yang dimiliki oleh Provinsi Bali

Gubernur Koster akan Kembangkan Home Industri Produk Minuman Tradisional Arak Bali
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan sambutan saat melantik Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali periode 2018-2023 dan mengukuhkan Bunda Paud Provinsi Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama Mandala, Kantor Gubernur Bali, Rabu (14/11/2018) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali, Wayan Koster menyikapi adanya produk-produk unggulan yang dimiliki oleh Provinsi Bali.

Dirinya menyebutkan bahwa produk-produk unggulan itu banyak jenisnya, mulai dari produk pertanian seperti buah apel, salak, jeruk, manggis, mangga, kakau dan juga anggur.

Selain produk pertanian, baginya, produk kerajinan Bali juga tak kalah hebat.

Menariknya, Koster juga menyikapi adanya produk minuman tradisional arak Bali yang diiproduksi paling banyak di kawasan Karangsem.

Bagi Koster, minuman arak tersebut dapat dijadikan sebagai produk unggulan tradisional Bali yang tidak dimiliki oleh daerah lain di Indonesia.

"Ini akan kita dorong menjadi home industri yang mampu menyejahterakan masyarakat," kata Koster saat melantik Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali periode 2018-2023, dan mengukuhkan Bunda Paud Provinsi Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama Mandala, Kantor Gubernur Bali, Rabu (14/11/2018) pagi.

Arak yang dimaksudkan Koster yakni arak yang sudah diolah serta kondisinya bagus dan yang tidak menyebabkan mabuk, sehingga nantinya ketika dikonsumsi masyarakat akan berdampak baik pada kesehatan.

Nantinya pengembangan industri arak ini akan diatur dalam sebuah peraturan gubernur (pergub).

Satu hal yang Koster tekankan bahwa pemerintah provinsi Bali saat ini ingin membangun Bali dalam sisi industri kerajinan masyarakat dengan benar-benar memberdayakan potensi lokal.

"Jangan sampai kita mewadahi atau bagian dari market yang dilakukan oleh industri di luar Bali, yang pada akhirnya kita menggunakan sandang, pangan dan papan dari luar Bali yang sebetulnya bisa kita hasilkan sendiri di Bali," terangnya.(*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved