Kronologi Lengkap Kerusuhan di Dwijendra: Suasana Tak Terkontrol Saat 2 Orang ini Keluar Ruangan

Kronologi Lengkap Kerusuhan di Dwijendra: Suasana Tak Terkontrol Saat 2 Orang ini Keluar Ruangan

Kronologi Lengkap Kerusuhan di Dwijendra: Suasana Tak Terkontrol Saat 2 Orang ini Keluar Ruangan
Instagram Jeg Bali
Kerusuhan yang terjadi di SMP Dwijendra, Rabu (14/11/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sekitar 1.000 orang yang terdiri dari murid SD, SMP, SMA, guru dan staf berdemo menolak kedatangan pengurus baru dan pembina Yayasan Dwijendra.

Pembina dan pengurus baru Yayasan Dwijendra tersebut diantaranya Ketua Pembina, Ida Bagus Erwin Rana Wijaya dan beberapa Pembina Yayasan Dwijendra yakni Dr. Ketut Karlota, I Nyoman Satia Negara, Made Bagus Dicky Arya Brahmantya, serta I Nyoman Diana.

Sementara itu pengurus yang baru Yayasan Dwijendra diantaranya Ketua Yayasan Dwijendra, Ketut Wirawan dan Bendahara, Sunuyo.

Baca: BREAKING NEWS: Kerusuhan di SMP Dwijendra, Pria ini Dilempari Puluhan Siswa Hingga Ada Preman

Kejadian ini bermula pada pukul 11.00 Wita bertempat di Kantor Yayasan Dwijendra Jalan Kamboja No. 17 Denpasar rencananya akan dilaksanakan pertemuan antara pengurus baru dan pengurus lama dalam menyelesaikan permasalahan internal terkait dengan kepengurusan Yayasan Dwijendra.

Tujuan pertemuan tersebut untuk dapat menyelesaikan permasalahan internal dalam Yayasan Dwijendra yang sudah berlarut-larut.

Dengan adanya pertemuan ini diharapkan tidak lagi timbul adanya permasalahan pembiaran pelanggaran hukum yang merusak reputasi Yayasan Dwijendra serta terganggunya aktivitas belajar mengajar akan berdampak kerugian bagi masyarakat luas.

Baca: Cewek ABG ini Kerap Dekati Bule Pria yang Mabuk di Legian, Tanpa Disadari Si Cewek Lakukan Hal ini

Ketika pengurus dan pembina baru memasuki Yayasan Dwijendra tiba-tiba sudah banyak murid yang berkumpul diluar gedung pertemuan dengan melaksanakan aksi dan membawa spanduk.

"Kami menolak dengan tegas Dr. Karlota dan Satya Negara memasuki areal Dwijendra. Dwijendra Jaya, Hidup Osis Dwijendra," demikian tulisan pada spanduk tersebut dalam laporan yang diterima Tribun Bali dari pihak kepolisian, Rabu, (14/11/2018) malam.

Sekiranya pukul 12.45 Wita, pengurus baru keluar dari ruang pertemuan dan dihadang oleh siswa dengan melakukan pelemparan botol dan batang tanaman.

Baca: Gadis Manado ini Pacaran dengan Gurunya Sejak SMP, Banyak Rintangan hingga Berakhir di Pelaminan

Akhirnya pukul 13.30 Wita, Sat Sabhara Polsek Dentim dan Intelkam Resta dan Polsek Dentim melakukan evakuasi terhadap pengurus baru untuk keluar dari areal Dwijendra.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Aloisius H Manggol
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved