Puluhan Ribu Orang Iringi Pelebon Permaisuri Raja Denpasar ke-IX, Layon Diusung Menuju Catur Muka

Puluhan ribu orang dan pasemetonan puri mengiringi upacara pelebon Dampati Anak Agung Ayu Oka Pamecutan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Puluhan ribu orang dan pasemetonan puri mengiringi upacara pelebon Dampati Anak Agung Ayu Oka Pamecutan yang merupakan permaisuri Raja Denpasar ke-IX (Ida Cokorda Ngurah Jambe Pamecutan), Rabu (14/11/2018) siang.

Permaisuri Raja Denpasar ke-IX meninggal karena penyakit diabetes melistus saat umur 74 tahun dan meninggalkan 4 putra dan satu putri.

Kelimanya yaitu, AA Agung Ngurah Agung Wira Bima Wikrama, AA Sagung Istri Ratih Isyana Dewi, AA Ngurah Agung Astika Ningrat, AA Ngurah Mayun Wiraningrat, dan AA Ngurah Alit.

Usai prosesi di dalam puri, layon permaisuri Raja Denpasar ke-IX diusung menuju ke Catur Muka Denpasar.

Di Catur Muka, layon berputar tiga kali mengelilingi patung Catur Muka berlawanan arah jarum jam.

Setelah itu barulah dinaikkan ke atas bade. 

Suara gambelan pun ditabuh terus-memerus.

Sekitar pukul 12.25 Wita iringan pun berangkat menuju Setra Badung melewati Jalan Udayana, Jalan Hasanuddin, untuk selanjutnya menuju ke Jalan Imam Bonjol dan masuk lewat pintu utara di Setra Badung.

Menurut anak pertama almarhum, A.A.Ngurah Agung Wira Bima Wikrama, almarhum semasa hidup merupakan seorang guru di SMKN 4 Denpasar atau yang dulu masih bernama SKHA.

"Karena menjadi guru maka Ida memiliki pola pikir pendidikan dalam mendidik keluarga," kata Turah Bima.

Sebagaimana layaknya pendidik maka ia menanamkan kasih sayang pada keluarga dan menjaga nama baik puri dan pasemetonan agung Puri Agung Denpasar. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved