Baru Kenal Dua Bulan, Antonius Bawa Kabur Motor Teman Perempuannya

Nurhayati mendatangi Polsek Densel untuk membuat laporan guna mendapat penyelidikan dan penyidikan

Baru Kenal Dua Bulan, Antonius Bawa Kabur Motor Teman Perempuannya
Tribun Bali/Prima
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Nurhayati (32) yang tinggal di Kerta Dalem Sari I Gang Anggrek Bulan No. 8 B Sidakarya Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Rabu (10/1/2018) kemarin sekira pukul 23.00 Wita, kedatangan tamu laki-laki bernama Antonius yang baru ia kenal selama dua bulan.

Berselang satu jam atau sekira pkl 24.00 Wita, Antonius beralasan dijemput temannya dan pamit pergi untuk menemui temannya di depan sebuah gang.

Tak dikira, ternyata Antonius membawa kabur sepeda motor dari Nurhayati tanpa izin.

Nurhayati yang pada saat itu ada di dalam kamar mandi dan mendengar suara sepeda motornya dibawa pergi oleh Antonius, langsung keluar dari kamar mandi dan mengecek tas miliknya, ternyata uang serta STNK sepeda tersebut sudah hilang.

Dengan kejadian ini Nurhayati mendatangi Polsek Densel untuk membuat laporan guna mendapat penyelidikan dan penyidikan.

Informasi yang diterima Tribun Bali dari pihak kepolisian belum lama ini menyatakan bahwa laporan Nurhayati diterima dengan nomor LP-B/21/I/2018/Polsek Densel tertanggal 1 Oktober 2018.

Berdasarkan laporan tersebut, Tim Opsnal yang dipimpin Panit Buser IPTU Nyoman Laba melakukan penyelidikan dan mendapat informasi bahwa pelaku berada di seputaran Ceningan Sari, Kelurahan Sesetan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar.

Tim akhirnya menyebar untuk menggali informasi keberaadaan pelaku, dan berhasil menangkap pelaku di Hotel Melati seputaran Sidakarya.

Dari hasil interogasi, motor hasil kejahatan tersebut digadai di wilayah Jimbaran, Kuta Selatan, Badung.

Dengan ditangkapnya pelaku, kepolisian Polsek Densel dapat mengamankan uang tunai sejumlah Rp 200.000 hasil gadai sepeda motor.

Atas perbuatannya, pelaku diganjar dengan Pasal 362 KUHP.

“Barang siapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama lima tahun," tulis laporan tersebut. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved