Hingga November 2018, Polda Bali Terima 600 Laporan Kasus Cyber Crime

Dari pengamatannya, semakin lama kejahatan tindak pidana siber semakin banyak terjadi dan berdampak sangat luar biasa.

Hingga November 2018, Polda Bali Terima 600 Laporan Kasus Cyber Crime
Tribun Bali/Net
Ilustrasi Internet 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kejahatan yang dilakukan melalui dunia maya atau cyber crime semakin marak terjadi di Indonesia.

Kejahatan Cyber ini dipandang sebagai sesuatu yang sangat serius dan luar biasa sehingga di jajaran Polri saat ini menaikkan penanganan cyber crime dari tingkat unit ke tingkat subdit.

Dengan naiknya penanganan kasus ini ke tingkat subdit maka jumlah penangannanya bisa menjadi lebih besar.

Hingga November 2018 ini, jajaran Unit Cyber Crime, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali saja telah menerima kurang lebih sebanyak 600 aduan mengenai kejahatan tersebut.

"Itu berarti (rata-rata) lebih dari dua laporan perhari. Itu sudah saya masukkan dihari Sabtu dan Minggu," kata Panit 1 Unit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Bali, IPTU Andi Prasetyo.

Hal itu ia jelaskan saat menjadi pembicara dalam Seminar National and Call for Paper "Peran Literasi Informasi Bagi Digital Native dalam Melawan Cyber Crime" di Ruang Nusantara Gedung Agrokompleks Lantai 4 Kampus Unud Sudirman, Denpasar, Kamis, (15/11/2018).

Andi mengaku bahwa dirinya telah mengikuti hal ini sudah sejak tahun 2005 ketika masyarakat masih menggunakan media sosial jenis Friendster yang pada waktu itu belum ada media sosial Facebook.

Proses menyelesaikan kasus kejahatan siber pada waktu itu sangat sulit dikarenakan kasusnya telah banyak yang terjadi sementara perangkat hukum dalam menyelesaikan kasus tersebut belum tersedia.

"Undang-undang ITE itu baru muncul tahun 2008, sementara kasusnya 2005 sudah saya nanganin. Jadi ada kesulitan di sana," jelasnya.

Dari pengamatannya, semakin lama kejahatan tindak pidana siber semakin banyak terjadi dan berdampak sangat luar biasa.

Besarnya perilaku tindak pindana kejahatan siber di Indonesia, kata Andi, tak terlepas dari besarnya pengguna internet di Indonesia. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved