Breaking News:

Bali Paradise

Kupu-Kupu Barong, Spesies Unik di Bali Butterfly Park yang Sukses Pikat Pengunjung

Salah satu yang menjadi perhatian adalah kupu-kupu jenis barong atau yang dalam bahasa latinnya memiliki nama Attacus Atlas

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Butterfly Keeper di Bali Butterfly Park Tabanan, Luh Putu Sri Wahyuni saat menunjukkan salah satu koleksi yakni kupu-kupu Barong di Banjar Sandan Lebah, Desa Sesandan, Tabanan, Rabu (14/11/2018). 

Dimulai dari telur yang menetas sekitar seminggu.

Kemudian menjadi ulat, maksimal memerlukan waktu hingga 4 minggu.

Satu ekor ulat bisa menghabiskan daun satu pohon ukuran sedang.

Setelah masa tersebut, ulat kemudian menjadi kepompong dengan waktu maksimal 5 minggu, dan menunggu hingga kepompong menetas menjadi kupu-kupu.

"Makanan kupu-kupu sendiri adalah intisari bunga. Sehingga, tanaman yang kami tanam di kawasan ini adalah sebagian bunga angsoka. Kami buat penangkaran dengan taman kupu-kupu secara terpisah agar kupu-kupu ini selalu memiliki stok dan pengembangbiakan yang maksimal,” terangnya.

Perkembangbiakan dan kelangsungan hidup kupu-kupu tergantung dari faktor cuaca dan iklim.

Karena faktor tersebut yang menyebabkan jumlah dan populasi kupu-kupu menurun.

Jika musim hujan tiba, maka kepompong lebih banyak dan akan rusak kemudian mati.

"Selain itu faktor cuaca, kupu-kupu juga kadang terserang virus parasit yang disuntik dari lalat-lalat buah. Kadang kala itu yang membuat kepompong dan telur gagal menetas," jelasnya.

Kemudian untuk pengunjung, kata dia, yang lebih banyak berkunjung adalah tamu dari kawasan Eropa, sementara untuk tamu lokal lebih sedikit.

Dikatakannya, tamu Eropa selain berwisata edukasi juga melakukan penelitian.(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved