Tangis Istri Pecah Saat Peluk Ketut Ismaya, Dimana Hati Nurani Kalian, Anak Saya Masih Kecil-kecil

Tangis Istri Pecah Saat Peluk Ketut Ismaya, Dimana Hati Nurani Kalian, Anak Saya Masih Kecil-kecil

Tangis Istri Pecah Saat Peluk Ketut Ismaya, Dimana Hati Nurani Kalian, Anak Saya Masih Kecil-kecil
Tribun Bali/Putu Candra
Usai menjalani sidang, Ketut Ismaya berpelukan dengan istri dan kerabatnya. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tangis istri Ketut Ismaya (40) pecah saat keduanya berpelukan, usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (15/11/2018).

Saat Ketut Ismaya dibawa menuju ke luar ruang sidang, ia pun tidak rela melepas dan terus mengeluarkan kata-kata menuntut keadilan untuk sang suami.

Sejumlah keluarga dan kerabat pun langsung menenangkannya, dan dibawa ke luar dari ruang sidang.

Baca: BREAKING NEWS: Brigaz Bali Stop Dukung Bali United di Kancah Sepakbola Indonesia

"Dimana keadilan, dimana hati nurani kalian. Anak saya empat masih kecil-kecil, kenapa dikriminalisasi," teriaknya sembari menangis.

Sementara di persidangan kedua ini, mengagendakan pembacaan eksepsi atau keberatan terhadap surat dakwaan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Ketiga terdakwa yaitu I Ketut Putra Ismaya Jaya (40), I Ketut Sutama (51) dan I Gusti Ngurah Edrajaya alias Gung Wah (28) terlihat fokus mendengarkan isi eksepsi yang dibacakan tim penasihat hukumnya di hadapan majelis hakim pimpinan Bambang Eka Putra.

Baca: Gadis Manado ini Pacaran dengan Gurunya Sejak SMP, Banyak Rintangan hingga Berakhir di Pelaminan

Usai penasihat hukum membacakan eksepsi, tim jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar akan menanggapi.

Tanggapan tim jaksa itu akan dibacakan pada sidang pekan depan.

Namun sebelum majelis hakim menutup sidang, terdakwa I Ketut Ismaya menyampaikan terkait permohonan penangguhan pengalihann penahanan yang telah diajukan.

Baca: Sang Kakak Sebut Faik Telah Berhubungan dengan Ibunya, Pria Asal Blitar ini Bacok Kepala Kakaknya

"Mohon pertimbangan penangguhan pengalihan penahanan. Saya tidak ada atau pun niat melakukan kekerasan terhadap Satpol PP. Saya datang ke sana denga berpakaian adat hanya untuk berkoordinasi," ucapnya kepada majelis hakim.

Halaman
123
Penulis: Putu Candra
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved