Balita Gizi Buruk asal Karangasem Kini Dirawat di RS Bali Mandara, Begini Komentar sang Ibu

Pasangan suami istri yang melahirkan Nengah Pait, Ketut Disel (30) dan Ni Kadek Sarianti (23), tak bisa berkata banyak saat dikunjungi Tribun Bali

Balita Gizi Buruk asal Karangasem Kini Dirawat di RS Bali Mandara, Begini Komentar sang Ibu
Istimewa
Istri Gubernur Bali, Ni Putu Putri Suastini Koster, menjenguk balita gizi buruk I Nengah Pait di RS Bali Mandara, Denpasar, Sabtu (17/11/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Balita penderita gizi buruk, I Nengah Pait, akhirnya mendapatkan perhatian dan penanganan dari pemerintah. Bocah laki-laki berusia 16 bulan ini kini dirawat intensif di ruang PICU Rumah Sakit Bali Mandara.

Pasangan suami istri yang melahirkan Nengah Pait, Ketut Disel (30) dan Ni Kadek Sarianti (23), tak bisa berkata banyak saat dikunjungi Tribun Bali di depan ruang PICU RS Bali Mandara, Denpasar, Sabtu (17/11).

Meski begitu, raut muka pasutri asal Banjar Dinas Dalem, Desa Tianyar Tengah, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, ini tampak menyiratkan kelegaan karena anaknya bisa mendapatkan penanganan medis sebagaimana mestinya.

Sarianti merasa bersyukur atas perhatian dan bantuan dari berbagai pihak yang peduli pada nasib anaknya.

"Sudah lama saya bingung anak saya harus saya bawa ke mana, akhirnya sekarang anak saya bisa dirawat. Sebelumnya saya takut ke rumah sakit karena gak yakin apa kami bisa bayar biayanya," ungkapnya lega.

Hingga saat ini setelah mendapatkan penanganan medis di RS Bali Mandara, kondisi bocah mungil ini mulai membaik.

"Kata dokter, keadaan anak tiang sudah mulai membaik. Pernapasannya sudah mulai lancar," kata sang suami I Ketut Disel menirukan kata dokter.

Seperti diberitakan Tribun Bali, Jumat (16/11), setiap malam Sarianti dan Disel terpaksa harus begadang semalaman. Ini lantaran anaknya yang menangis rewel karena tidak kuat menahan sesak napas dan demam sehingga mengakibatkannya susah tidur.

Diperkirakan, Nengah Pait hanya beristirahat selama sekitar 2 sampai 3 jam, tidak lebih.

Beberapa kali, mereka memeriksakan anaknya ke RSUD Karangasem. Namun kondisinya tak mengalami perubahan signifikan. Hingga akhirnya mereka kehabisan biaya dan tidak bisa membawa anaknya ke rumah sakit.

Halaman
123
Penulis: eurazmy
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved