Besok Anggota Bali Nine asal Australia Ini Bebas dari Rutan Bangli, Renae Gelar Upacara Mapamit 

Dua hari jelang masa kebebasannya, terpidana kasus narkoba Bali Nine asal Australia, Renae Lawrence, menggelar prosesi mapamit

Besok Anggota Bali Nine asal Australia Ini Bebas dari Rutan Bangli, Renae Gelar Upacara Mapamit 
Tribun Bali/Dwi Suputra
Anggota Bali Nine Renae Lawrence. 

Ini dikarenakan Renae tidak memiliki permasalahan atau pelanggaran di dalam rutan.

Terkait waktu pembebasan Renae, Suwendra mengaku belum mendapatkan informasi dari pihak imigrasi mengenai jam pastinya.

Namun ia menegaskan pembebasan Renae dari Rutan Bangli dilakukan pada jam kerja yakni pukul 7.30 Wita hingga 16.00 Wita.

Berkelakuan Baik

Seperti diketahui, Renae merupakan salah satu terpidana kasus perdagangan narkoba Bali Nine pada tahun 2005 silam.

Ia ditangkap di Bandara Gusti Ngurai Rai, Badung, karena kedapatan membawa 2,7 kg heroin yang disembunyikan di balik pakaiannya.

Renae sejatinya dijatuhi hukuman seumur hidup, namun setelah mengajukan banding, hukuman penjara dikurangi menjadi 20 tahun.

Renae menghuni Rutan Bangli selama 4 tahun sejak Maret 2014, setelah dipindahkan dari Lapas Kerobokan Denpasar ke Rutan Negara pada akhir tahun 2013 silam.

Renae menjalani hukuman sejak 14 April 2005. Sejatinya ia telah bebas pada bulan Mei 2018 setelah mendapatkan remisi terakhir pada saat Hari Raya Natal 2017.

Hanya saja, ada pidana denda yakni membayar Rp 1 miliar, atau pidana tambahan pengganti (subsidair) selama enam bulan penjara, di luar dari hukuman yang telah dijalani.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved