Besok Anggota Bali Nine asal Australia Ini Bebas dari Rutan Bangli, Renae Gelar Upacara Mapamit 

Dua hari jelang masa kebebasannya, terpidana kasus narkoba Bali Nine asal Australia, Renae Lawrence, menggelar prosesi mapamit

Besok Anggota Bali Nine asal Australia Ini Bebas dari Rutan Bangli, Renae Gelar Upacara Mapamit 
Tribun Bali/Dwi Suputra
Anggota Bali Nine Renae Lawrence. 

“Karena ia tidak punya dana sebesar Rp 1 miliar, maka hukuman selama enam bulan itu dijalani. Jadi ditambahkan, dari yang harusnya ia pulang bulan lima, jadi pulang bulan 11. Dan masa subsidair ini tidak bisa dikurangi, ataupun mendapatkan remisi,” ujar Suwendra.

Selama di Rutan Bangli Renae diketahui berkelakuan baik, sehingga sejak tahun 2006 hingga 2017 kerap mendapatkan remisi.

Seperti remisi khusus saat perayaan keagamaan, remisi umum saat Dirgahayu Kemerdekaan RI, serta remisi dasawarsa tiap 10 tahun sekali dengan masa remisi tiga bulan.

"Lama masa remisi berbeda-beda tergantung dari lama warga binaan menjalani hukuman. Dari 10 tahun remisi yang dia dapatkan, jika diakumulasi total remisinya mencapai 7 tahun," ujar Suwendra.

Tanpa Persiapan Khusus

Terpisah, Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadiv Pas) Kantor Wilayah Hukum dan HAM Bali, Slamet Prihantara, menyatakan tidak ada persiapan khusus terkait hari pembebasan Renae pada Rabu besok. 

"Tidak ada persiapan khusus terkait pembebasan Renae Lawrence pada tanggal 21 Nopember," jelasnya saat dihubungi, Senin (19/11).

Terkait teknisnya, pria yang akrab disapa Pak Toro ini menjelaskan, setelah pihak Rutan Bangli membebaskan yang bersangkutan, lalu akan diserahkan kepada Imigrasi.

"Untuk lebih jelas teknisnya di pihak imigrasi, karena yang bersangkutan adalah Warga Negara Asing (WNA)," terangnya.

Berbeda dengan terpidana narkoba sebelumnya Schapelle Leigh Corby, pembebasan Renae tidak ada proses ke Balai Pemasyarakatan (Bapas).

"Ini karena yang bersangkutan bebas dan selesai menjalani pidana. Bukan bebas bersyarat. Jadi tidak ada kaitannya dengan Bapas ataupun pihak-pihak lain. Ini murni bebas. Serahkan ke pihak imigrasi. Selesai," tutur Slamet Prihantara. (*) 

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved