Giliran Bubuk Kopi yang Hiasi Tukad Badung

Ini bukan mural biasa yang dibuat dari cat tembok atau cat akrilik, melainkan mural yang dibuat dengan kopi bubuk

Giliran Bubuk Kopi yang Hiasi Tukad Badung
Tribun Bali/Putu Supartika
Vinsencius Dedy Reru terlihat menggoreskan kuasnya pada tembok sisi barat Tukad Badung, Selasa (20/11/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Vinsencius Dedy Reru terlihat menggoreskan kuasnya pada tembok sisi barat Tukad Badung, selatan Jembatan Gajah Mada, Denpasar, Selasa (20/11/2018) siang.

Ia menggambar perempuan tempo dulu menjunjung gerabah di tembok Tukad Badung.

Bahan yang digunakan untuk mural ini adalah bubuk kopi.

Ya, ini bukan mural biasa yang dibuat dari cat tembok atau cat akrilik, melainkan mural yang dibuat dengan kopi bubuk.

Taman Tukad Kumbasari atau yang biasa disebut Tukad Korea akan dihiasi mural kopi bubuk.

"Saya mulai melukis dengan kopi bubuk sejak 2015, yang berawal dari tantangan seorang," kata Heru sambil tetap menggoreskan kuasnya.

Dedy melukis, Ary Wicahyana terlihat menggoreskan cat putih pada tembok yang akan dimural.

Sebagai perekat, bubuk kopi juga dicampur dengan lem.

"Warna putih ini selain sebagai dasar, juga agar warna kopinya terlihat menonjol," kata Ary yang merupakan konseptor mural ini.

Tembok berukuran 720x 200 cm ini akan dihiasi mural kopi bubuk bertema sejarah Pasar Payuk, yang kini sudah menjadi Pasar Kumbasari yang terletak persis di barat Tukad Badung.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved