Giliran Bubuk Kopi yang Hiasi Tukad Badung

Ini bukan mural biasa yang dibuat dari cat tembok atau cat akrilik, melainkan mural yang dibuat dengan kopi bubuk

Giliran Bubuk Kopi yang Hiasi Tukad Badung
Tribun Bali/Putu Supartika
Vinsencius Dedy Reru terlihat menggoreskan kuasnya pada tembok sisi barat Tukad Badung, Selasa (20/11/2018). 

Selain itu juga akan ada background Pura Melanting dalam mural ini.

Mural dengan bubuk kopi ini bertujuan meningkatkan kesan 'heritage' pada gambar yang dibuat, sekaligus juga memperkenalkan kopi yang tidak hanya bisa diseruput jadi teman bersantai, namun bisa digunakan sebagai media menggambar dalam hal ini mural.

Apalagi saat ini keberadaan kopi sedang hits.

"Dengan kopi juga akan menciptakan warna yang natural dan kami ingin menonjolkan unsur ke-Bali-an yang khas. Ini permintaan Pak Wali (Wali Kota Denpasar). Ditanya apa bagusnya dipakai, saya bilang pakai kopi," katanya.

Pengerjaan mural yang dimulai Selasa (20/11/2018) pukul 11.00 Wita ini diperkirakan selesai Desember nanti.

"Kami buatnya santai saja. Buat sedikit, lalu kami pelajari kurangnya dimana. Walaupun sudah ada konsepnya tapi nanti kami sesuaikan lagi," imbuh Ary.

Jika seandainya nanti hasilnya bagus, areal mural ini akan diperluas sehingga akan menambah kesan artistik.

Mural ini digarap berdua dan satu objek menghabiskan satu bungkus kopi ukuran 250 gram.

Pada tahap akhir, agar tidak mudah luntur, akan dilapisi dengan pernis.

Sebelumnya juga sudah ada mural di sisi yang berbeda, namun yang terbaru ini giliran mural bubuk kopi yang akan menghiasi. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved