3 Terdakwa Aborsi Sidang 10 Menit, Keluarga Tukang Urut Ngaku Neneknya Sakit

Lansia yang dikenal sebagai tukang urut asal Desa Pempatan, Rendang, Karangasem itu, datang bersama beberapa kerabatnya

3 Terdakwa Aborsi Sidang 10 Menit, Keluarga Tukang Urut Ngaku Neneknya Sakit
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
JALANI SIDANG - Terdakwa Ni Wayan Ada (kanan) duduk di kursi di Pengadilan Negeri Klungkung, Rabu (21/11). Kuasa hukumnya berencana akan mengajukan permohonan penangguhan penanganan.   

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Ni Wayan Ada (70), pelan-pelan berjalan menuju ruang persidangan Pengadilan Negeri (PN) Klungkung, Rabu (21/11/2018).

Perempuan tua itu menjalani sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi kasus aborsi yang dilakukannya terhadap Ni Kadek D (19), warga Dusun Penasan, Banjarangkan, Klungkung.

Ni Wayan Ada tiba pukul 11.00 Wita.

Lansia yang dikenal sebagai tukang urut asal Desa Pempatan, Rendang, Karangasem itu, datang bersama beberapa kerabatnya.

Sesekali kerabatnya berusaha menyembunyikan wajah sang nenek dari sorotan kamera awak media.

Dadong Ada kemarin tampak lebih bersih dari pada saat pertama kali diamankan oleh kepolisian dari Polsek Banjarangkan.

Ia tiba dengan pakaian rapi, mengenakan kemeja putih dan celana panjang hitam.

Ia berjalan berlahan menuju ruang sidang bersama dua terdakwa lainnya yakni Ni Kadek D dan I Wayan A.

"Kami tidak tahu apa. Nenek kami sakit rematik karena sudah tua," ujar kerabat Ni Wayan Ada sembari bergegas ke ruang sidang

Sidang yang berlangsung tertutup dipimpin Hakim Ketua Kukuh Kurniawan itu, ternyata hanya berlangsung sesaat.

Halaman
123
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved