Hasil Tes SKD Banyak yang Tak Lolos, Pemerintah Putuskan Nilai Kumulatif Terendah 225 Bisa Ikut SKB

Pemerintah Pusat mengeluarkan Peraturan Menpan RB Nomor 61 Tahun 2018 tentang penetapan optimalisasi pemenuhan kebutuhan formasi

Hasil Tes SKD Banyak yang Tak Lolos, Pemerintah Putuskan Nilai Kumulatif Terendah 225 Bisa Ikut SKB
Tribun Bali/Putu Supartika
Peserta SKD CPNS Kota Denpasar di Makodam IX/Udayana, Rabu (14/11/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Pemerintah Pusat mengeluarkan Peraturan Menpan RB Nomor 61 Tahun 2018 tentang penetapan optimalisasi pemenuhan kebutuhan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018.

Dalam Permenpan RB ini, pemerintah memutuskan menggunakan sistem ranking untuk peserta Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS 2018.

Permenpan ini dikeluarkan merujuk dari hasil peserta CPNS yang mengikuti ujian SKD.

Hanya sedikit yang memenuhi nilai ambang batas atau passing grade. Bahkan jumlahnya mencapai ribuan, dan nyaris terjadi di semua daerah termasuk di Bali.

Akibatnya, dari ratusan formasi yang dibutuhkan hanya sedikit yang terpenuhi. Seperti di Kabupaten Tabanan, dari 174 formasi guru hanya delapan orang yang memenuhi passing grade.

Perankingan akan diberlakukan untuk peserta yang nilainya secara akumulatif tinggi. Sesuai ketentuan, nilai kumulatif terendah untuk mengikuti tes Seleksi Komptensi Bidang (SKB) adalah 225.

Dalam konferensi pers, Kamis (22/11) kemarin, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana, menjelaskan kebijakan baru tentang sistem rangking SKD CPNS 2018 ini, Disebutkan, ada 2 kelompok yang dapat ikut SKB.

"Kita menggunakan sistem rangking untuk kelompok yang tidak lulus passing grade. Sementara untuk yang lulus passing grade prosesnya tetap tidak ada perubahan,” kata Bima.

Dengan demikian, ada dua kelompok untuk peserta SKB. Kelompok pertama adalah yang lulus passing grade. Kelompok kedua, kelompok yang diambil dari yang tidak lulus pasing grade tapi memiliki total nilai yang tinggi.

"Mereka akan bersaing dalam kelompoknya masing-masing, jadi tidak dicampur," kata Bima.

Halaman
1234
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved