Desakan Mundur Edy Rahmayadi Makin Santer, Anggota Exco PSSI Beri Pengakuan Mengejutkan

Pecinta sepak bola tanah air meramaikan tagar #EdyOut terkait rangkap jabatannya sebagai Ketua Umum (Ketum) PSSI dan Gubernur Sumatra Utara.

Desakan Mundur Edy Rahmayadi Makin Santer, Anggota Exco PSSI Beri Pengakuan Mengejutkan
Super Ball/Super Ball/Feri Setiawan
Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi memberikan sambutan dalam pembukaan Turnamen Sepakbola Antar Forum Wartawan yang di selenggarakan di Lapangan Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta, Rabu (10/5/2017) dalam memperigati HUT PSSI ke-87 PSSI Pers mengadakan Turnamen Invitasi Antar Forum Wartawan yang di ikuti 8 tim dari berbagai Pokja Pers. Super Ball/Feri Setiawan 

TRIBUN-BALI.COM - Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Gusti Randa mengakui bahwa pihaknya mendapat banyak tekanan terkait Edy Rahmayadi.

Pecinta sepak bola tanah air meramaikan tagar #EdyOut terkait rangkap jabatannya sebagai Ketua Umum (Ketum) PSSI dan Gubernur Sumatra Utara.

Baca: Indonesia vs Filipina Berakhir Tanpa Gol, Anak Asuh Sven Goran Eriksson Tetap Lolos ke Semifinal

Baca: Rekor Bali United Seusai Dilibas PSM, Ketua BBB Sebut Strategi WCP Membingungkan, Ini Analisisnya

Baca: Tiang Listrik Tumbang, Polisi Pastikan Tak Ada Korban, Saat Ini Normalisasi Arus Lalin

Baca: Ungkapan WCP Ini Gambaran Situasi Bali United Terkini? Tapi, Kalau Pemain Ogah-ogahan

Desakan mundur semakin nyaring terdengar setelah kegagalan timnas Indonesia melaju ke babak semifinal Piala AFF 2018.

Gusti Randa mengaku bahwa PSSI menerima banyak tekanan dari berbagai sisi untuk melengserkan Edy Rahmayadi dari jabatannya sebagai Ketum PSSI.

"Kami tak bisa menafikan saat ini, karena PSSI dapat atensi negatif dari berbagai arah mata angin. Pertama dari selatan, publik ini sudah muak dengan PSSI, betul gak?," kata Gusti Randa kepada wartawan, Minggu (25/11/2018).

"Lalu dari utara, ada tekanan bisa dilihat pemerintah ini kan punya telematik itu gesturnya sudah marah ke PSSI. Dari kiri kanan media pun menekan ini."

"Nah, bagaimana PSSI sekarang? harus punya sikap. Apa? pertama mbok ya misal Ketum beri statment jangan blunder, misalnya. itu saya ungkapkan tapi tak bisa diputuskan karena Pak Edynya tak ada," ujarnya.

Pria yang sebelumnya sempat mengetuai Tim Pencari Fakta (TPF) PSSI terkait kematian suporter, menyebut bahwa pihaknya kesulitan berkomunikasi dengan Edy Rahmayadi karena jarang menunjukkan batang hidungnya di Jakarta.

Baca: Fakta Ini Ungkap Penyebab 52 Orang Tewas di Jalanan Tabanan hingga Oktober 2018

Baca: Indonesia Vs Filipina - Luis Milla untuk Timnas Indonesia: Tegakkan Kepala dan Terus Berjalan

Edy Rahmayadi memang terbilang jarang turun langsung bahkan sekedar hadir pada pertandingan-pertandingan yang dimainkan timnas Indonesia.

"Lalu masalah ranghkap jabatan? Exco cuma bisa menyarankan, tapi orangnya gak ada. Kemudian masalah waktu, gimana tunjuk lah siapa, tapi bagaimana bisa dibicarakan kalau ketumnya tak ada," tuturnya mengeluh.

"Ketum saat ini di Sumut. Dia kan bagian dari Exco, sehingga itu harus disikapi, kalau tidak macam-macam bisa panjang," ucapnya.(*)

Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved