Lomba Suara Anak Indonesia 2018 Hidupkan Kembali Dunia Lagu Anak Indonesia

Lomba Suara Anak Indonesia 2018 dimulai pada Agustus hingga Oktober 2018 untuk proses audisi dan seleksi babak semi final

Lomba Suara Anak Indonesia 2018 Hidupkan Kembali Dunia Lagu Anak Indonesia
Publikasi dan Media Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Lomba Suara Anak Indonesia 2018, di Theater Garuda TMII, Jakarta, Minggu (25/11/2018). 

“Penilaian pada proses penjurian berdasarkan teknik vokal, penampilan, ekspresi, dan intepretasi pada lagu yang dibawakan. Peserta yang lolos proses seleksi akan masuk semi final dan dikarantina selama seminggu untuk mendapatkan pelatihan khusus. Setelah melalui proses seleksi yang cukup panjang, terpilihlah sebanyak 10 besar peserta di masing-masing kategori lomba yang masuk ke Grand Final LSAI 2018 pada hari ini," jelas Lenny N Rosalin selaku Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kemen PPPA.

Menurutnya, banyak faktor yang menyebabkan Indonesia kekurangan lagu anak yang lahir dari para pencipta lagu anak yang menelurkan lagu anak yang berkualitas, diantaranya karena sulit mencari anak yang mau menyanyikan atau media yang akan menyiarkan dan mempublikasikan lagu tersebut, dan dari segi ekonomi lagu anak dianggap kurang komersil. 

Permasalahan mengenai kualitas penyanyi dan lagu anak menjadi sangat krusial untuk dipertimbangkan agar anak dapat belajar dengan menyenangkan melalui lagu secara benar.

Untuk itu, dengan diselenggarakan LSAI 2018 ini ia berharap dapat menghidupkan kembali dunia lagu anak dan penyanyi anak yang berkualitas. 

Pada Grand Final LSAI 2018 hari ini terpilihlah pemenang dari masing-masing kategori. 

Untuk kategori penyanyi anak pemenang pertama diraih oleh Sherina Thu Tiwanie, kedua oleh Lauwrence Oktavianus S, dan ketiga oleh Aisha Dama C.

Sedangkan pemenang untuk kategori pencipta lagu anak diraih oleh Stephen Irianto Wally dengan lagu Aku Suka Bernyanyi, posisi kedua Mayashanty Reynildha dengan lagu Tetap Satu, dan posisi ketiga diraih oleh Sambobo (Bradder Sams) dengan lagu Kufoto, Klik!. 

Menteri Yohana berharap ini menjadi momentum untuk menghidupkan kembali lagu anak dan penyanyi anak yang berkualitas sesuai umurnya, dan yang paling penting adalah munculnya kesadaran orang tua dan masyarakat bahwa dalam memanfaatkan waktu luang, anak dapat dibimbing untuk mengembangkan bakat dan minat melalui kegiatan positif, seperti bernyanyi namun anak harus bernyanyi dan menyanyikan lagu sesuai usianya.

“Saya berharap kalian semua para pemenang LSAI 2018 dapat terus berkarya dan berkarir setelah acara ini, sekaligus juga dapat menyebarluaskan lagu anak, sehingga gaungnya sampai dinyanyikan oleh anak-anak seluruh Indonesia," tutup Menteri Yohana.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved