Dewan Beri Sinyal Tak Setuju Perubahan Nama Tol Bali Mandara

Terkait dengan isu perubahan nama Tol Bali Mandara, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali beri tanggapan

Tribun Bali/Widyartha Suryawan
Tol Bali Mandara 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Terkait dengan isu perubahan nama Tol Bali Mandara, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Provinsi Bali memberi sinyal tak menyetujui hal tersebut.

Wakil Ketua DPRD Bali, I Nyoman Sugawa Korry saat dihubungi Senin (26/11/2018), mengatakan bahwa dirinya tidak sependapat dengan perubahan nama Tol Bali Mandara.

Baginya, saat ini belum ada alasan cukup yang bisa dijadikan sebagai dasar untuk melakukan perubahan nama tol tersebut.

Dirinya juga menilai bahwa tradisi kepemimpinan di Bali yang saat ini sudah cukup baik, yakni untuk melanjutkan kebijakan-kebijakan pemerintahan sebelumnya agar tetap terjaga secara konsisten.

Politisi Parta Golkar ini juga menyontohkan bahwa Gubernur Ida Bagus Mantra yang mencetuskan ide terselenggara Pesta Kesenian Bali (PKB), yang dilanjutkan secara terus-menerus oleh gubernur selanjutnya secara konsisten.

"Pengembangan LPD juga semua dilanjutkan dengan konsisten," jelasnya.

Selain itu, nama Art Center berupa Werdhi Budaya juga dilanjutkan secara konsisten.

Sugawa Korry juga menilai program Tol Bali Mandara yang ada pada era Gubernur Made Mangku Pastika mempunyai program Bali Mandara dirasa pantas untuk menamai jalan tol tersebut.

"Begitupun Pak Koster kalau ada hal-hal yang monumental memberikan kenangan mengenai visi misi beliau, kami juga akan mendukung sepenuhnya," jelasnya.

Ia pun menilai alasan yang menyebutkan bahwa Tol Bali Mandara ingin diubah menjadi Tol Ngurah Rai karena menyatu dengan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai adalah hal yang tidak masuk akal.

Selain itu, nama I Gusti Ngurah Rai yang sudah dijadikan sebagai nama bandara merupakan sebuah penghargaan yang paling tinggi sehingga tidak perlu direndahkan lagi menjadi nama jalan tol.

"Jadi saya tetap berpandangan bahwa belum ada alasan yang relevan dan justru itu mengganggu konsistensi antara pemerintah (saat ini) ke pemerintahan itu (sebelumnya),"

"Jadi ada kesan ingin menghilangkan apa yang ada pada pemerintahan sebelumnya," imbuhnya lagi.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Bali, I Nyoman Parta juga mempertanyakan kriteria mengubah nama jalan Tol Bali Mandara.

"Apa kemanfaatannya, yang sudah ada, nanti kalau ada jalan baru lagi disitu je beri nama yang baru. Yang sudah ada sudahlah," kata Parta singkat saat ditemui media usia menerima audiensi Ikatan Kepala SMA/SMK Swasta di Gedung DPRD, Senin (26/11/2018)

"Nanti RS Bali Mandara dan RS Indera diganti lagi, kan repot kalau gitu," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved