Tarian Nusantara dalam Garapan Janger Inovatif Sanggar Seni Surya Candra Puri Gede Karangasem

Sanggar Seni Surya Candra Puri Gede Karangasem tampil di Kalangan Ayodya, Art Center, Denpasar dalam gelaran Bali Mandara Nawanatya III

Tarian Nusantara dalam Garapan Janger Inovatif Sanggar Seni Surya Candra Puri Gede Karangasem
Panitia Bali Mandara Nawanatya III
Penampilan Sanggar Seni Surya Candra Puri Gede Karangasem. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sanggar Seni Surya Candra Puri Gede Karangasem tampil di Kalangan Ayodya, Art Center, Denpasar dalam gelaran Bali Mandara Nawanatya III, Minggu (25/11/2018).

Dengan garapan pamungkas berupa janger inovatif yang mengusung kekayaan tari-tarian nusantara, para penampil tampak menguasai berbagai tarian, diantaranya Tari Mandao, Tari Saman, Tari Jawa, dan Tari Papua yang dibalut dalam eloknya tari janger.

"Mengajak generasi muda untuk mencintai budayanya, kemudian kita ingin mengajak mereka agar bersatu padu menjaga keutuhan negara ini," kata Ni Made Suradnyani selaku Sekretaris Sanggar Seni Surya Candra dan pembina garapan.

Jejangeran kreasi yang dipilih menurut Suradnyani bertujuan untuk melatih anak-anak dari berbagai aspek kesenian, seperti menyanyi, menari, dan berdrama.

Para seniman dari Sanggar Seni Surya Candra memakan waktu selama tiga bulan selama berproses, namun tidak latihan secara rutin sebab aktivitas anak-anak yang tidak menentu.

Sebelum garapan janger inovatif, penonton yang telah memadati Kalangan Ayodya sejak pukul 19.30 wita dihibur oleh sebuah tari kreasi bertajuk Tari Kembang Joged.

Tari Kembang Joged sendiri diciptakan tahun 2010 yang terinspirasi dari pergaulan remaja dan tari joged itu sendiri.

Tarian yang ditarikan oleh tiga pasang laki-laki dan perempuan ini pun mengandung gerak kegembiraan yang meremaja melalui gerak tarian joged.

Sanggar yang telah berdiri sejak tahun 2007 ini pun hanya khusus mempelajari seni tari.

Berdasarkan penuturan Pemimpin Sanggar Seni Surya Candra yakni Ida Ayu Ratih Ratnadewi bahwa cukup kesulitan untuk mencari ruang agar anak-anak yang bernaung dalam sanggarnya dapat berekspresi.

"Kami selalu mencari media untuk anak-anak tampil agar mereka terus termotivasi belajar tari-tarian dan dengan Nawanatya ini dapat menjadi salah satu motivasi mereka," papar Ratih.

Garapan yang melibatkan setidaknya 80 orang ini pun diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat bahwa keberagaman yang dimiliki negeri ini sungguhlah indah.

Jenis tarian nusantara yang beragam pun menjadi salah satu cara agar anak-anak tidak mudah merasa bosan dalam berkesenian.

"Berharap mereka tidak bosan dengan cara memberikan eksplorasi tari, jadi mereka bebas mempelajari seluruh jenis tari di Indonesia," ujar Ratih. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved