Made Kembir Lapor Balik I Wayan Suarta Terkait Dugaan Keterangan Palsu

Pasca kasasi tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar ditolak oleh Mahkamah Agung (MA)

Made Kembir Lapor Balik I Wayan Suarta Terkait Dugaan Keterangan Palsu
DOK Pribadi
I Made Kembir (kanan) bersama kuasa hukumnya menunjukan surat bukti laporan dari Polda Bali. Kembir melaporkan Wayan Suarta dan Ni Ketut Kasiani terkait dugaan membuat laporan palsu atau membuat keterangan palsu di bawah sumpah. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Pasca kasasi tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar ditolak oleh Mahkamah Agung (MA). Dan menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar serta Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar yang membebaskan I Made Kembir (52) dari segala dakwaan dan unsur pidana yang termuat dalam pasal 372 jo 378 KUHP.

Terkait telah bebas murninya itu, I Made Kembir pun membuat pelaporan balik kepada Wayan Suarta dan Ni Ketut Kasiani ke Polda Bali.

Laporan oleh Made Kembir (pelapor) kepada keduanya itu dalam sangkaan tindak pidana dugaan membuat laporan palsu atau membuat keterangan palsu di bawah sumpah.

Sebagaimana Pasal 242 dan Pasal 317 KUHP. Terkait dengan laporan itu dibenarkan oleh kuasa hukum pelapor.

"Laporan itu diterima di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Bali dan diregister dengan nomer LP TBL/405/XI/2018/BALI/SPKT, pada Jumat (23/11) kemarin," jelas Emil Salim selaku kuasa hukum Made Kembir, saat dihubungi, Selasa (27/11).

Pihaknya menyatakan, pelaporan balik kepada Wayan Suarta terkait dengan keterangan palsu dan atau pengaduan secara memfitnah yang pernah dibuatnya pada kliennya di Polresta Denpasar.

Selain melaporkan Wayan Suarta, juga melaporkan Ni Ketut Kasiani yang juga dinilai turut memberikan keterangan yang tidak benar di bawah sumpah dalam persidangan.

"Laporan itu dibuat setelah kami menerima putusan dari Mahkamah Agung, yang menolak kasasi Kejari Denpasar," terangnya.

Kembali pihaknya menjelaskan, ditolaknya kasasi tim jaksa sekaligus mematahkan segala dakwaan dan unsur pidana dalam pasal 372 Jo Pasal 378 tentang penipuan dan penggelapan yang dituduhkan kepada kliennya (Made Kembir).

"Penolakan itu dituangkan melalui amar putusan Nomor 89/K/PID/2017 oleh majelis hakim pimpinan Sri Murwahyuni. S.H., MH tanggal 27 April 2017 lalu," beber Emil Salim.

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved