Pastika Usulkan Jalan Tol Bali Mandara Digratiskan, Begini Tanggapan Koster

Gubernur Bali periode 2008 sampai 2018, Made Mangku Pastika, mengusulkan jalan Tol Bali Mandara dapat digratiskan

Penulis: Wema Satya Dinata | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Jalan tol Bali Mandara tampak lengang pada Senin (26/11/2018) sore. Jalan tol ini diusulkan agar digratiskan. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali periode 2008 sampai 2018, Made Mangku Pastika, mengusulkan jalan Tol Bali Mandara dapat digratiskan seperti jalan Tol Suramadu di Jawa Timur.

Hal ini bertujuan agar jalan Tol Bali Mandara bisa lebih mengurai kemacetan dan semua masyarakat bisa menikmati.

Usulan tersebut diungkapkan Pastika melalui aku Facebook-nya. Pastika menyampaikan usulan penggratisan jalan tol tersebut menyusul adanya usulan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali soal pergantian nama Tol Bali Mandara menjadi Tol I Gusti Ngurah Rai.

Baca: Pernikahan Crazy Rich Surabayan Akan Digelar di Bali, BWA Perkirakan Anggarannya Fantastis

"Saya juga mengusulkan kalau memang pergantian nama jalan tol telah diusulkan, mohon diusulkan juga untuk digratiskan seperti jalan Tol Suramadu, agar lebih mengurai kemacetan dan semua dapat menikmati," tulisnya pada Senin (26/11) pagi.

Usulan Pastika untuk menggratiskan jalan tol mendapat dukungan penuh dari Ketua Komisi IV DPRD Bali, Nyoman Parta. Malah menurutnya, hal itu sudah menjadi usulannya sejak Tol Bali Mandara dibangun.

“Uling pidan tiang ngusulin jalan Tol Bali Mandara pang sing mayah di Bali  (Dari dulu saya usulkan jalan Tol Bali Mandara supaya tidak berbayar di Bali), seperti Tol Suramadu,” kata Parta saat ditemui di Kantor DPRD Bali, Senin (26/11) siang.

Dikatakannya, dari awal jalan itu dulu dibuat, dirinya tidak menginginkan adanya jalan berbayar di Bali.

Karena itu, politisi PDIP asal Guwang, Sukawati, ini sangat setuju jalan Tol Bali Mandara digratiskan seperti halnya Tol Suramadu, yang digratiskan oleh Presiden Joko Widodo sejak 27 Oktober 2018.

Tol Bali Mandara mulai dikonstruksi Maret 2012 dan selesai Mei 2013. Jalan tol ini diresmikan oleh Presiden RI Keenam, Susilo Bambang Yudhoyono, pada 23 September 2013.

Tol Bali Mandara merupakan jalan tol pertama di Bali sekaligus menjadi jalan tol terapung pertama di Indonesia. Jalan tol ini membentang sepanjang 12,7 km di atas laut.

Jalan tol yang dibangun di era kepemimpinan Gubernur Pastika ini menghubungkan segitiga emas (triangle connection) di wilayah Bali selatan, yaitu Ngurah Rai, Benoa, dan Nusa Dua. Pembangunan jalan tol ini menghabiskan dana 2,4 triliun.

Tol Bali Mandara terbilang unik. Inilah satu-satunya tol di Indonesia yang ada jalur sepeda motornya di ruas sisi kiri dan kanan. Kecepatan motor yang melaju di tol ini ditetapkan 25 km/jam–40 km/jam.

Karena dibangun di atas perairan, tol ini riskan terhadap besarnya kecepatan angin. Oleh karena itu, dipasang alat pengukur kecepatan angin di setiap gerbang tol (Nusa Dua, Ngurah Rai, dan Benoa).

Jika kecepatan angin mencapai 40 km atau lebih, jalan tol ditutup sementara untuk menghindari resiko kecelakaan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved