Pastika Usulkan Jalan Tol Bali Mandara Digratiskan, Begini Tanggapan Koster

Gubernur Bali periode 2008 sampai 2018, Made Mangku Pastika, mengusulkan jalan Tol Bali Mandara dapat digratiskan

Pastika Usulkan Jalan Tol Bali Mandara Digratiskan, Begini Tanggapan Koster
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Jalan tol Bali Mandara tampak lengang pada Senin (26/11/2018) sore. Jalan tol ini diusulkan agar digratiskan. 

Jalan tol yang dibangun di era kepemimpinan Gubernur Pastika ini menghubungkan segitiga emas (triangle connection) di wilayah Bali selatan, yaitu Ngurah Rai, Benoa, dan Nusa Dua. Pembangunan jalan tol ini menghabiskan dana 2,4 triliun.

Tol Bali Mandara terbilang unik. Inilah satu-satunya tol di Indonesia yang ada jalur sepeda motornya di ruas sisi kiri dan kanan. Kecepatan motor yang melaju di tol ini ditetapkan 25 km/jam–40 km/jam.

Karena dibangun di atas perairan, tol ini riskan terhadap besarnya kecepatan angin. Oleh karena itu, dipasang alat pengukur kecepatan angin di setiap gerbang tol (Nusa Dua, Ngurah Rai, dan Benoa).

Jika kecepatan angin mencapai 40 km atau lebih, jalan tol ditutup sementara untuk menghindari resiko kecelakaan.

Adapun untuk tarif, Tol Bali Mandara membagi menjadi enam golongan (jenis kendaraan). Masing-masing golongan I (sedan, jip, pikap, truk kecil, dan bus) Rp 11.500, golongan II (truk dengan dua gandar) Rp 17.500, golongan III (truk dengan tiga gandar) Rp 23.500, golongan IV   (truk dengan empat gandar) Rp 29.000, golongan V (truk dengan lima gandar) Rp 35.000, dan golongan VI (motor roda dua) Rp 4.500.

“Langkah yang bagus untuk menggratiskan jalan Tol Bali Mandara, selain bisa mengurangi tingkat kemacetan juga dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat Bali,” ujar seorang warga, Wayan Widiastawa, mengomentari postingan Mangku Pastika.

Tol Soekarno-Hatta

Dikutip dari Balipedia, awalnya jalan tol ini dikenal dengan tol atas laut Bali. Orang pun ada yang menyebutnya jalan tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa karena menghubungkan ketiga daerah tersebut.

Pastika saat itu mengusulkan dua nama untuk tol tersebut ke Presiden SBY. Dua nama itu adalah Soekarno Hatta dan Bali Mandara.

Saat peresmian, SBY mengumumkan memakai nama Bali Mandara yang bermakna Bali yang Agung, dan juga Bali yang maju aman damai dan sejahtera.

Halaman
1234
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved