Gara-gara Hal Ini Gede Widiade Sebut Persija Sering Difitnah, Gede; Kami Hidup Karena The Jak Mania

Gede pun mengucapkan rasa terima kasih kepada The Jak Mania yang selalu setia mendukung Persija sampai saat ini.

Gara-gara Hal Ini Gede Widiade Sebut Persija Sering Difitnah, Gede; Kami Hidup Karena The Jak Mania
GONANG SUSATYO/BOLASPORT.COM
Striker Persija, Bambang Pamungkas, merayakan golnya bersama Ismed Sofyan pada laga kontra Mitra Kukar di babak perempat final Piala Presiden 2018 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (4/2/2018). 

TRIBUN-BALI.COM - Direktur Utama Persija Jakarta, Gede Widiade, mengatakan bahwa timnya merupakan klub miskin di Indonesia.

Status itu yang membuat Persija Jakarta kini selalu difitnah oleh suporter-suporter lainnya.

Baca: Edy Rahmayadi Balas Komentar Menpora Soal Timnas, Edy; Menpora Bukan Menteri Politik

Baca: Menjawab Pesan Rene Albert, Coach Widodo Siap Mundur Jika Terbukti Jual Pertandingan

Baca: Kedua Kalinya Evan Dimas Batal Gabung Chonburi FC, Kabarnya Sang Pemain Minta Gaji Segini

Baca: Demi Bayaran Rp 200 Ribu, PSK di Buleleng Titipkan Sang Anak untuk Layani Pelanggan

Menurut Gede, miskinnya Persija karena tidak punya stadion yang bisa dipakai di Jakarta dan sekitarnya.

Meskipun ada beberapa stadion seperti Stadion Utama Gelora Bung Karno (Senayan), Stadion Patriot (Bekasi), Stadion Pakansari (Kabupaten Bogor), dan Stadion Wibawa Mukti (Cikarang), Persija jarang sekali bermain di venue tersebut.

Persija bahkan harus memakai Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta, untuk menjadi kandangnya.

Perpindahan venue itu menjadi rasa duka Gede Widiadebersama Persija selama dua tahun bergabung dengan Macan Kemayoran.

“Kalau dukanya biasa, diusir biasa karena tim miskin, diusir, difitnah, dicaci maki gitu,” kata Gede Widiade di Kantor Persija, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Rabu (28/11/2018).

“Jadi seolah-olah apa yang dikerjakan Persija, apa yang dikerjakan oleh The Jak Mania selalu minus. Tapi itu merupakan tantangan,” kata Gede menambahkan.

Gede sangat yakin kalau Persija punya stadion pasti banyak yang bilang klub kaya.

"Kami mungkin tidak akan dihina seperti ini kalau punya stadion, tapi karena kami memang tidak mempunyai semuanya jadi kami harus mawas diri bahwa kami tidak punya lapangan latihan, lapangan untuk bermain, kantor tidak punya, mess tidak punya, alat transportasi tidak punya, uang kami tidak punya. Jadi kami harus berupaya,” kata Gede.

“Di luar yang tadi saya katakan tidak punya, kami hanya punya satu, punya pride, punya kebanggaan, punya kesatuan, persatuan antara Persija badan usaha dengan suporternya The Jak Mania,” ucap Gede menambahkan.

Gede pun mengucapkan rasa terima kasih kepada The Jak Mania yang selalu setia mendukung Persija sampai saat ini.

Tak bisa dipungkiri, kehadiran The Jak Mania yang membuat Persija bisa terus hidup.

“Jadi sekali lagi saya katakan, kami bisa hidup bukan karena yang lain-lain, tapi hanya karena The Jak Mania,” kata Gede.

“Kalau sukanya di Persija itu banyak saudara dan saya juga semakin mengerti sifat manusia,” tutup Gede.(*)

Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved