Kesetiaan Orang Bali Dirantauan Terhadap Bahasa Bali Lebih Kuat Dibanding yang Tinggal di Bali

Keberadaan penutur bahasa Bali tidak hanya ada di Bali namun juga ada di luar Bali dikarenakan banyak orang Bali yang merantau

Kesetiaan Orang Bali Dirantauan Terhadap Bahasa Bali Lebih Kuat Dibanding yang Tinggal di Bali
Tribun Bali/I Putu Supartika
Dosen Bahasa Bali Unud, Gde Nala Antara (pegang mic). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Menurut Dosen Bahasa Bali Unud, Gde Nala Antara, 75 persen orang Bali masih memakai bahasa Bali walaupun dalam kesehariannya tidak menggunakan bahasa Bali 100 persen.

Menurutnya, keberadaan penutur bahasa Bali tidak hanya ada di Bali namun juga ada di luar Bali dikarenakan banyak orang Bali yang merantau.

"Bahkan kesetiaan di dalam keluarga orang Bali yang tinggal di luar lebih kuat daripada di Bali sendiri. Walaupun di luar pakai bahasa campuran, namun di dalam keluarganya masih pakai bahasa Bali," kata Nala Antara, Rabu (28/11/2018) siang.

Sementara itu, terkait masuknya kaum urban ke Bali memiliki dua sisi negatif dan positif.

"Satu sisi jadi ancaman, bila kaum urban masuk ke daerah terhadap keberadaan bahasa daerah, namun kalau seseorang bangga dengan bahasa daerahnya justru ini akan meningkatkan kecintaan pada bahasa Bali," katanya.

Bahkan dengan adanya kaum urban, bahasa daerah akan semakin kaya dengan istilah baru.

Selain itu, keberadaan bahasa daerah menurutnya juga tergantung pada penuturnya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved