LLDikti Ambil Sejumlah Langkah Ini Terkait Diliburkannya Universitas Dwijendra

LLDikti mengambil sejumlah langkah terkait polemik yang terjadi di internal Yayasan Dwijendra

LLDikti Ambil Sejumlah Langkah Ini Terkait Diliburkannya Universitas Dwijendra
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII (Bali, NTB, NTT), I Nengah Disel Astawa saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (28/11/2018) siang. 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seperti yang diberitakan Tribun Bali sebelumnya, Universitas Dwijendra memasang spanduk berisi pengumuman bahwa mahasiswa diliburkan.

Pengumuman itu ditandatangani langsung oleh Rektor Universitas Dwijendra Dr. Putu Dyatmikawati.

Spanduk itu bertuliskan, 'Sehuhungan dengan kondisi kampus yang kurang kondusif, karwna ada permasalahan hukum antara pengurus yayasan dengan pembina yayasan yang saat ini masih dalam proses peradilan di Pengadilan Negeri Kelas I Denpasar, maka untuk menghindari mahasiswa dilibatkan atau terlibat dalam permasalahan hukum tersebut, maka dengan ini diumumkan bahwa: perkuliahan ditiadakan atau mahasiswa diliburkan dari tanggal 27 November sampai dengan 2 Desember 2018. Untuk sementara waktu mahasiswa dilarang datang ke kampus pada tanggal tersebut diatas. Demikian pengumuman tersebut untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya'.

Menyikapi pengumunan tersebut, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII (Bali, NTB, NTT), I Nengah Disel Astawa menuturkan, polemik yang dialami Dwijendra pada tingkat yayasan seharusnya tidak sampai mengakibatkan mahasiswa diliburkan.

Oleh karena itu, LLDikti Wilayah VIII telah mengambil sejumlah langkah.

Selasa (27/11/2018), LLDikti telah menurunkan dua Kabag dan satu Kasubbag Akademik dan Kemahasiswaan untuk melakukan pembinaan, pengawasan dan pengendalian (Binwasdal).

"Ternyata memang ditemukan spanduk yang bertuliskan seperti itu (pengumuman meliburkan mahasiswa)," terangnya saat ditemui di kantornya pada Rabu (28/11/2018).

Dengan ditemukannya spanduk itu, kata Disel, jajarannya bermaksud menemui pimpinan kampus untuk meminta klarifikasi terkait diliburkannya mahasiswa.

Namun, pimpinan kampus tidak ada di tempat sehingga diputuskan bahwa kunjungan akan dilaksanakan pada Rabu (28/11/2018).

Halaman
123
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved