Rusia Siapkan Aksi Balasan & Opsi Skenario Terburuk Jika Amerika Nekad Keluar dari Perjanjian Ini

Militer Rusia bakal melakukan aksi balasan jika Amerika benar-benar keluar dari perjanjian nuklir era Perang Dingin.

Rusia Siapkan Aksi Balasan & Opsi Skenario Terburuk Jika Amerika Nekad Keluar dari Perjanjian Ini
Istimewa/via usni.org
Pasukan Russia dalam latihan tempur tahun 2016 lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, - Dunia dikejutkan dengan pernyataan keras Rusia kepada Amerika Serikat.

Negeri Beruang Merah siap meluluhlantakkan negeri Paman Sam dengan kekuatan armada militernya.

Pernyataan resmi tersebut dikeluarkan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Sergey Ryabkov, sebagaimana diwartakan Reuters via Newsweek (26/11).

Militer Rusia bakal melakukan aksi balasan jika Amerika benar-benar keluar dari perjanjian nuklir era Perang Dingin.

Sebelumnya pada Oktober lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencananya untuk keluar dari Perjanjian Nuklir Jarak Menengah (INF).

Perjanjian tersebut melarang AS maupun Rusia (saat itu Uni Soviet) untuk membangun rudal yang bisa menempuh jarak 500-5.500 kilometer.

Ryabkov menjelaskan, Rusia meragukan pernyataan AS maupun Eropa bahwa mereka tidak akan mengembangkan senjata nuklir terbaru.

"Kami sudah mendengarnya. Namun kami tak ingin dikecewakan oleh kolega kami. Karena itu, militer sudah menyiapkan skenario terburuk," kata Ryabkov.

Dia membeberkan adanya kemungkinan Washington bakal menempatkan rudalnya di tempat yang bisa menjangkau Rusia maupun sekutunya.

Ryabkov menjelaskan manuver AS tersebut memberikan mereka kesempatan untuk menghujam pertahanan Negeri "Beruang Merah".

Halaman
12
Editor: Ady Sucipto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved