300 Krama Desa Pakraman Tiga Lakukan Penanganan Pohon Tumbang di Pura Penataran Puseh Bale Agung

Dahan dan ranting pohon beringin sedikit demi sedikit digotong bergantian oleh krama Desa Pakraman Tiga, Susut

300 Krama Desa Pakraman Tiga Lakukan Penanganan Pohon Tumbang di Pura Penataran Puseh Bale Agung
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Gotong Royong - Sejumlah Krama Desa Pakraman Tiga, Susut melakukan proses penanganan pohon tumbang, Kamis (29/11/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Deru suara gergaji mesin terdengar bersahut-sahutan.

Dahan dan ranting pohon beringin sedikit demi sedikit digotong bergantian oleh krama Desa Pakraman Tiga, Susut.

Kamis (29/11/2018) pagi, mulai pukul 08.00 Wita, 300an krama Desa Pakraman Tiga, Susut menggelar penanganan pohon beringin yang tumbang di areal Pura Penataran Puseh Bale Agung akibat hujan deras pada Rabu (28/11/2018).

Sebelum penanganan dimulai, sejumlah krama desa melakukan persembahyangan (ngulapin) yang dipimpin oleh jero mangku, guna memohon keselamatan.

“Pohon ini, oleh krama desa memang dikeramatkan. Usianya pun sudah lebih dari 100 tahun. Sebab itu sebelum dimulainya penanganan pohon yang tumbang, utamanya digelar upacara. Karena krama pun tidak berani sekalipun hanya menginjak pohon ini. Selain dikeramatkan, upacara yang digelar juga untuk memohon keselamatan,” ujar Perbekel Desa Tiga, Susut, I Putu Merta Utama.

Sementara Penyarikan (Sekretaris) Pura Penataran Puseh Bale Agung, Desa Pakraman Tiga, Susut, I Nengah Sukada mengungkapkan, hujan lebat disertai angin yang terjadi pada Rabu (28/11/2018) kemarin, diyakini sebagai faktor penyebab tumbangnya pohon beringin setinggi 30 meter itu.

Akibatnya, 13 bangunan diantaranya palinggih dan bangunan lain yang berada di sekitar pura roboh tertimpa batang pohon.  

Pria 40 tahun itu menyebutkan, bangunan palinggih yang porak poranda diantaranya berupa Palinggih Batu Madeg, Palinggih Gunung Agung, Palinggih Mapurwa, Palinggih Betara Tulukbiyu, Palinggih Pasek Asti, Palinggih Mas Majapahit, Palinggih Rambut Sri Sedana, dan Palinggih Dasar.

Selain palinggih, lanjutnya, gudang penyungsung, bale pelik, bale daha, bale timbang, serta bale pengaruman juga ikut tertimpa.

“Selain itu, tembok penyengker pura juga hancur setelah tertimpa tumbangnya pohon beringin. Ada juga dua bangunan lain yang mengalami kerusakan ringan. untuk total kerugian materil, ditaksir mencapai Rp. 800 hingga Rp. 1 miliar,” ungkapnya.(*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved