OJK Sebut Kerugian Masyarakat Akibat Investasi Bodong Capai Rp 105,81 Triliun

OJK menggelar seminar nasional ‘Peranan OJK Dalam Mengawasi Praktek Kecurangan yang Terjadi dalam Pasar Modal’, di Undiknas

OJK Sebut Kerugian Masyarakat Akibat Investasi Bodong Capai Rp 105,81 Triliun
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Seminar nasional bertajuk ‘Peranan OJK Dalam Mengawasi Praktek Kecurangan yang Terjadi dalam Pasar Modal’, di Auditorium Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar, Kamis (30/11/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Maraknya penipuan berkedok investasi di Bali belakangan ini, sungguh meresahkan masyarakat.

Salah satunya investasi berkedok koperasi yang merugikan banyak masyarakat.

Untuk itu, dilakukan seminar nasional bertajuk ‘Peranan OJK Dalam Mengawasi Praktek Kecurangan yang Terjadi dalam Pasar Modal’, di Auditorium Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar.

IGB Adi Wijaya, Kepala Subbagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, bahkan menyebutkan kerugian masyarakat akibat investasi bodong atau ilegal mencapai Rp 105,81 triliun selama 2007-2017.

“Banyak motif yang digunakan oleh oknum, diantaranya bunga yang sangat tinggi sampai 10 persen per bulan. Padahal bunga yang dijamin LPS hanya 6-8 persen setahun, itu jelas sudah tidak wajar,” sebutnya, Kamis (29/11/2018).

Kemudian indikasi lainnya, badan hukum tidak jelas, usaha tidak sesuai legalitas, dan jaminan buy back.

“Penarikan dana juga dijanjikan sangat gampang, padahal aslinya susah,” imbuhnya.

Hal ini membuat citra buruk investasi, khususnya investasi yang benar dan legal seperti pasar modal.

Padahal pasar modal, kata dia, adalah tempat investasi uang dan alternatif lain selain simpanan di bank.

Kepala Bagian Pengawasan Pasar Modal dan Bank OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Ferdinan Sukatendel, menegaskan investasi ilegal akan ditindak tegas oleh OJK sebagai otoritas pengawas industri dan lembaga jasa keuangan.

Halaman
12
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved