Sudikerta Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wakil Ketua DPD Golkar Bali : Hah, Masa, Saya Baru Tahu

Wijaya memilih menjawab secara diplomatis. Ia mengaku pihaknya belum bisa memberi statement mengenai hal itu.

Sudikerta Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wakil Ketua DPD Golkar Bali : Hah, Masa, Saya Baru Tahu
Dok Polda Bali
Ketut Sudikerta dan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan yang dikeluarkan Ditreskrimsus Polda Bali. 

 TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kabar penetapan tersangka dugaan kasus penipuan dan penggelapan tanah kepada Ketua DPD Golkar Bali yang juga Wagub Bali periode 2013-2018, I Ketut Sudikerta, membuat kaget banyak pihak.

Termasuk koleganya di jajaran partai beringin itu.

"Hah, masa, saya baru tahu, emang apa kasusnya," kata Wakil Ketua DPD Golkar Bali, I Gusti Putu Wijaya, saat dihubungi, Jumat (30/11/2018) malam.

Saat disinggung mengenai apakah Golkar akan memberi bantuan hukum kepada Sudikerta.

Wijaya memilih menjawab secara diplomatis. Ia mengaku pihaknya belum bisa memberi statement mengenai hal itu.

"Maaf ya, biar gak salah, saya mau cari informasi dulu," dalihnya.

Ia juga mengatakan pihaknya masih mempelajari terkait kasus yang menimpa Caleg DPR RI Dapil Bali itu.

"Kami masih akan mempelajari ya," tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Bali periode 2013-2018, I Ketut Sudikerta, ditetapkan sebagai tersangka oleh Ditreskrimsus Polda Bali terkait dugaan perkara penipuan dan penggelapan, pemalsuan, dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Jumat (30/11). Namun Sudikerta hanya tertawa menanggapi penetapan dirinya sebagai tersangka tersebut.

Selain Sudikerta, ada beberapa terlapor lainnya yang masih berstatus saksi termasuk istri Sudikerta, Ida Ayu Ketut Sri Sumiantini.

Kasus dugaan penipuan dan penggelapan tanah senilai Rp 150 miliar di Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, ini dilaporkan perusahaan raksasa Maspion Grup.

Penetapan tersangka Sudikerta ini berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang dikeluarkan Subdit II Dit Reskrimsus Polda Bali pada Jumat (30/11).

Dalam SP2HP tersebut menyatakan terhitung sejak Jumat (30/11), I Ketut Sudikerta telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan.

Dalam surat yang ditandatangani Kasubdit II Dit Reskrimsus Polda Bali, AKBP Agung Kanigoro Nusantoro ini juga berisi pasal sangkaan untuk politisi Golkar ini. Di antaranya Pasal 378 KUHP dan Pasal 372 KHUP tentang pidana penipuan dan penggelapan, Pasal 263 ayat (2) KUHP tentang penggunaan surat palsu dan Pasal 3 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang. (*)

Penulis: Ragil Armando
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved