Tembak Kepala Gunakan Senjata Api Langka, Bule Jerman Tewas Bersimbah Darah di Sanur

Polisi kini tengah menyelidiki kasus tersebut, termasuk senjata api yang diduga digunakan oleh korban

Tembak Kepala Gunakan Senjata Api Langka, Bule Jerman Tewas Bersimbah Darah di Sanur
Tribunnews
Ilustrasi. Berita tidak terkait foto. 

Saat dikonfirmasi anak korban Udhi Andreas Praster, tadi malam, menyebut kalau dirinya tidak pernah melihat bapaknya memiliki senjata api.

"Tidak tahu itu senjata dari mana. Selama ini tidak ada. Kemarin itu saat lihat bapak pegang pistol itu, saya sudah gak tahu dah gimana lagi," sebut Udhi dengan nada berat.

Sementara itu, ia juga mengetahui kalau bapaknya saat ini tengah menderita sakit stroke ringan dan jantung.

Korban juga sempat dirawat inap di Rumah Sakit Surya Husada.

Dari keterangan Udhi, diketahui pekerjaan korban sebagai pengantar para traveler dari Jerman.

"Dari dulu bapak sudah pensiun. Biasanya bapak kerjanya ngantar teman kalau ada tamu dari Jerman datang," ucapnya.

Luka di Kepala

Peristiwa bunuh diri ini terjadi sekitar pukul 21.00 Wita di rumah korban Jalan Sekuta No. 114 Kelurahan Sanur, Denpasar.

Seorang saksi, dr Ketut Sumardika, yang juga berada di lokasi sesaat usai kejadian, mengaku melihat dengan jelas korban yang bersimbah darah dengan luka pada bagian kepala.

Ia mengatakan dirinya disuruh oleh dr Wara pemilik klinik yang berada tidak jauh dari TKP untuk melihat kondisi sebenarnya.

Halaman
123
Penulis: Busrah Ardans
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved