Kemendikbud Gelar ISODEL ke-9 di Bali, Bahas Indonesia Menuju Pendidikan 4.0

Kemdikbud menggelar International Symposium on Open, Distance and E-Learning (ISODEL) tahun 2018

Kemendikbud Gelar ISODEL ke-9 di Bali, Bahas Indonesia Menuju Pendidikan 4.0
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi menggelar International Symposium on Open, Distance and E-Learning (ISODEL) tahun 2018, tanggal 3 – 5 Desember 2018, di Grand Ballroom The Stones Hotel Legian, Badung. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi menggelar International Symposium on Open, Distance and E-Learning (ISODEL) tahun 2018.

Ajang simposium internasional ini digelar mulai tanggal 3 – 5 Desember 2018, di Grand Ballroom The Stones Hotel Legian, Badung.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy direncanakan akan membuka penyelenggaraan ISODEL ke-9 sore nanti dengan tema Making Education 4.0 For Indonesia.

“Ada tiga format acara yang menjadi satu kesatuan yakni simposium, workshop dan pameran,” jelas Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kemendikbud RI, Ananto Kusuma Seta, disela-sela kegiatan, Senin (3/12/2018).

Tujuan dari acara ini untuk memberikan kesempatan bagi pembuat kebijakan, ilmuwan, akademisi, guru, peneliti dan praktisi dari seluruh dunia untuk bertukar pengetahuan, ide, dan pengalaman mereka untuk mendukung transformasi pendidikan di Indonesia menuju Pendidikan 4.0.

Ada empat topik yang akan dibahas pada ISODEL 2018, yaitu bagaimana memanfaatkan teknologi untuk memajukan pendidikan Indonesia, bagaimana mentransformasikan pendidikan secara digital, membangun anak bangsa dan pendidik yang melek digital tapi tetap berkarakter, serta pendidikan vokasi.

“Pendidikan 4.0 bukan berarti gadget, jangan diartikan komputerisasi. Pendidikan 4.0 harus balance antara teknologi skill dengan human karakter skill, itu yang penting. Sebentar lagi pasti akan berubah dari 4.0 menjadi 5.0, 6.0. Pertanyaannya, bagaimana menyiapkan siswanya mau belajar untuk mengikuti ke 5.0, 6.0., mudah menggunakan gadget tapi bagaimana moral penggunaannya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Pustekkom Gogot Suharwoto mengatakan ISODEL 2018 adalah kesempatan yang sangat baik bagi mereka yang peduli dan terlibat dalam peningkatan pendidikan melalui TIK.

"Yang tidak kalah pentingnya adalah Presiden Joko Widodo sudah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) dan revitalisasi di tingkat vokasi, kita harus sinergikan," tambahnya.

Lewat penyelenggaraan ISODEL ke-9, diharapkan banyak peserta pendidik yang dapat mengambil ilmu tentang pentingnya teknologi untuk membangun karakter anak bangsa yang mampu bersaing secara global.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved