Penderita HIV/AIDS di Bangli Terus Mengalami Peningkatan, Kini Total Kumulatif Mencapai 424 Kasus

Penderita HIV/AIDS atau kerap disebut Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang ada di Bangli hingga kini terus bertambah

Penderita HIV/AIDS di Bangli Terus Mengalami Peningkatan, Kini Total Kumulatif Mencapai 424 Kasus
Kompas.com
Ilustrasi 

Meski ARV memiliki fungsi penting bagi ODHA, Nadi menegaskan belum ada penelitian yang memastikan bahwa konsumsi ARV secara rutin, mampu menghilangkan virus HIV secara total.

Sebab hasil penelitian hanya menunjukkan bahwa virus yang terkandung dari dalam tubuh berhasil ditekan serendah-rendahnya.

“Yang pasti berdasarkan penelitian, apabila mengonsumsi ARV secara rutin selama enam bulan kadar virus HIV yang ada di dalam tubuh, utamanya saat dicek darah, akan sangat minim. Tetapi hal ini tidak bisa disamakan pada tiap-tiap orang. Sebab kadar virus di dalam tubuh masing-masing orang berbeda,” tambahnya.

Menurut Nadi, minimnya ODHA di Bangli tidak terlepas dari minimnya tempat-tempat transaksi seks (prostitusi), maupun pecandu narkoba yang memungkinkan penyebaran virus HIV dengan media jarum suntik secara bergantian.

Akan tetapi, imbuhnya, ditemukannya ODHA di Kabupaten Bangli juga tidak terlepas dari mobilitas masyarakat di Bangli keluar daerah.

“Bisa saja tertular saat mereka bekerja di luar daerah,” katanya.

Pejabat yang juga seorang dokter asal Kabupaten Karangasem ini menambahkan, ARV bisa didapatkan melalui pelayanan Care Support Treatment (CST) yang ada di Kabupaten/Kota lain, seperti Denpasar, Badung, Gianyar, maupun Buleleng.

Sedangkan di Bangli, pelayanan yang ada hanya VCT (Voluntary Conseling and Testing) yang tersedia di seluruh puskesmas dan rumah sakit.

“Fasilitas VCT ini gratis, dan kerahasiaannya dijamin. VCT ini modelnya konseling dan pemeriksaan, sedangkan CST melakukan konseling sekaligus pengobatan. Kalau fasilitas CST di Bangli belum ada, dan pemeriksaan ini juga kembali pada kenyamanan masyarakat masing-masing. Sebab masih ada stigma di masyarakat tentang ODHA yang dinilai menakutkan. Padahal sebenarnya penularan HIV tidak mudah, sebab HIV bisa tertular apabila melakukan hubungan badan, menyusui, maupun transfusi darah,” tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved