Pelajar yang Terjerat Video Porno di Mendoyo Dituntut 1,5 Tahun, Pengacara Salahkan Pihak Hotel

Kasus beredarnya video porno antara dua pelajar SMA di Kecamatan Mendoyo, memasuki babak baru.

Pelajar yang Terjerat Video Porno di Mendoyo Dituntut 1,5 Tahun, Pengacara Salahkan Pihak Hotel
NET
Ilustrasi video porno 

Pelajar yang Terjerat Video Porno di Mendoyo Dituntut 1,5 Tahun, Pengacara Salahkan Pihak Hotel

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Kasus beredarnya video porno antara dua pelajar SMA di Kecamatan Mendoyo, memasuki babak baru.

Kini kasus masuk tahap agenda tuntutan di PN Negara yang digelar Rabu (5/12/2018) kemarin.

PKW 16 tahun, pelajar di salah satu SMA di Jembrana menjalani sidang tuntutan dalam sidang tertutup.

JPU menuntut PKW dengan hukuman pidana 1,5 tahun penjara.

Kuasa Hukum Terdakwa, I Gusti Ngurah Komang Karyadi alias Gembrong, menyatakan, seharusnya dalam kasus anak, pendidikan anak itu menjadi acuan penting oleh JPU.

Baca: Cinta Ditolak Anak SD, Made Susila Lakukan Hal Mengerikan Pada Gadis Pujaanya Itu, Sempat ke Batanta

Baca: Peserta Dance Mendadak Menangis dan Menjerit, Wantilan Pura Pucak Sari Jadi Arena Kesurupan Massal

Tuntutan 1,5 tahun hukuman pidana itu tidak relevan, mengingat anak harus mendapat hak-haknya. Terutama dalam bidang hak pendidikannya.

"Harusnya adalah hukuman percobaan. Kalau seperti ini hak pendidikan anak sendiri terancam, karena bisa jadi menjalani hukuman di LP Anak," tegas Gembrong, kemarin siang usai persidangan.

Gembrong menilai yang menjadi fokus adalah siapa yang memfasilitasi dan menyebarkan video porno tersebut.

Fasilitator di sini, ialah pihak hotel dan penyebar adalah teman dari korban dan pelaku.

Alasannya, fasilitator atau pihak hotel, bisa mencegah ketika anak masuk ke hotel, supaya tidak melakukan perbuatan asusila.

Kemudian, penyebar harus dijerat hukum karena, kasus ini menggegerkan publik karena sebaran di media sosial dan itu melanggat UU ITE.

"Kami tetap akan upayakan bahwa si anak (pelaku) mendapat hak pendidikan atau dihukum percobaan," tegas Gembrong lagi.

Terpisah, Kasi Pidana Umum Kejari Negara, I Gede Wiraguna Wiradarma menyatakan, bahwa pertimbangan tuntutan 1,5 tahun itu beradasarkan Rentut dari Kejari.

Atau singkatnya, pertimbangan dari Kejati Bali. Sejatinya, tuntutan ini mempertimbangkan, antisipasi terjadinya kasus lain di yang akan datang.

"Karena ada perekaman, persetubuhan, dan penyebaran. Maka itu pertimbangan kami," jelasnya.

Wiraguna mengaku, bahwa ketika hanya pertimbangan pendidikan, maka bisa jadi hal semacam kasus ini bisa terjadi lagi. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved