Komandan Pembantaian Pekerja di Papua: Sasaran Serangan Kami Tidak Salah, Kami Siap Tanggung Jawab

Komandan Pembantaian Pekerja di Papua: Sasaran Serangan Kami Tidak Salah, Kami Siap Tanggung Jawab

Komandan Pembantaian Pekerja di Papua: Sasaran Serangan Kami Tidak Salah, Kami Siap Tanggung Jawab
Facebook Lewis Prai
Penampakan Kelompok Egianus Kogoya di Puncak Gunung Papua 

Ia juga mengungkapkan bahwa yang ia serang bukanlah warga sipil, mereka hanya akan menyerang anggota TNI.

"Sasaran serangan kami tidak salah kami tahu mana Pekerja Sipil atau Tukang Biasa dan Mana Pekerja Anggota TNI (SIPUR). Walaupun mereka berpakaian sipil atau preman. Kami juga siap bertanggung jawab terhadap penyerangan POS TNI Distrik Mbua," ungkap Pemne Kogeya.

Baca: Bali Berpotensi Diguncang Gempa 7,4 SR, ACT Sebut Daerah di Bali Selatan Rawan Terjadi Likuifaksi

Dalam postingan lain mereka juga mengatakan bahwa sasaran da target TPNPB adalah militer Indonesia yakni, TNI, POLRI, anggota dari Badan Intelejen Negara (BIN), dan gedung-gedung pemerintah Indonesia di Papua

Perusahaan milik asing dan pemerintah Indonesia di Papua diantaranya pertambangan emas, gas bumi/minyak, loging kayu, kelapa sawit, gedung bangunan pasar umum, gedung bank, pekerja jalan trans yang merupakan anggota TNI satuan Densipur, pesta demokrasi Indonesia atau Pemilu, pejabat birokrat Papua pro Indonesia, dan pejabat pemerintah orang bukan penduduk pribumi Papua.

Mereka bahkan secara gamblang berharap agar TNI dan POLRI memasuki medan perang, namun secara bersamaan juga mengimbau agar sama-sama tak menyerang warga sipil.

Baca: Terenyuh, Bayi 8 Bulan Terinfeksi HIV, Terjangkit dari Sang Ayah, Kini Sang Ayah Tak Peduli

Dilansir dari Kompas.com, banyak saat tim evakuasi aparat penegak hukum hendak memasuki Puncak Kabo, kelompok separatis melakukan serangan sekitar pukul 11.00 WIT pada Rabu (5/12/2018).

Kelompok Egianus Koyega yang dilengkapi persenjataan tempur melakukan perlawanan, mereka menembaki helikopter yang digunakan untuk evakuasi, akibatnya kontak senjata pun terjadi setidaknya lebih dari dua jam.

Satu anggota tim Belukar atas nama Bharatu Wahyu NRP 95100020, Personil Yon B ki 3 Resimen II Pelopor menderita luka tembak pada bagian tangan, dirinya kemudian dibawa ke Wamena dalam kondisi masih sadar.

Dari proses evakuasi tersebut tim penegak hukum temukan 15 jenazah yang diduga karyawan PT Istaka Karya dalam keadaan tewas.

Simak videonya:

(Tribun-Video.com/Yulita Futty Hapsari)
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved