Kehilangan Anak yang Ditembak Mati 4 Tahun Lalu, Sosok Ayah Asal Papua Tak Mau Hilang Kepercayaan

Ayah salah seorang korban kasus penembakan di Kabupaten Paniai, Obet Gobay, ayah dari Apius Gobay yang meninggal dunia karena terjangan timah panas

Kehilangan Anak yang Ditembak Mati 4 Tahun Lalu, Sosok Ayah Asal Papua Tak Mau Hilang Kepercayaan
Kompas.com/Fitria Chusna Farisa
Obet Gobay (kanan) dan Yones Douw (kiri) di kantor Amnesty Internasional 

Kehilangan Anak yang Ditembak Mati 4 Tahun Lalu, Sosok Ayah Asal Papua Tak Mau Hilang Kepercayaan

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Ayah salah seorang korban kasus penembakan di Kabupaten Paniai, Papua, mendatangi kantor Amnesty Internasional, Jakarta Pusat, Jumat (7/12/2018).

Ia adalah Obet Gobay, ayah dari Apius Gobay yang meninggal dunia karena terjangan timah panas di Paniai 2014.

Kedatangan Obet ke Jakarta adalah untuk menagih janji Presiden Joko Widodo mengusut kasus yang menewaskan putranya empat tahun silam.

Ia hadir bersama aktivis HAM Papua, Yones Douw.

Obet yang kurang lancar berbahasa Indonesia ini menuturkan, putranya, yang kala itu masih bersekolah, punya cita-cita tinggi.

Baca: Ujung Kemaluan Digigit Ular Piton Saat Akan Buang Air, 2 Lelaki Ini Beruntung Bisa Selamat

Baca: Polisi Tangkap Polisi di Mbatu Bulan, Ada 130 Kg Ganja dan Mobil Patroli Sat Shabara Ikut Diamankan

Baca: Cerita Kanibal Joe Metheny, Jual Daging Korbannya di Kios BBQ, Ungkap Rasa Daging Manusia dan Babi

Baca: 5 Pose Maria Ozawa Tertangkap Kamera Saat Diperiksa, dan Pesan untuk Masyarakat Indonesia

Baca: Siswi Ini Dijemput Pacarnya di Rumah, Nginap di Hotel dan Rekam Adegan Ranjang, Kini Tersebar

Namun, cita-cita itu terenggut bersamaan dengan hembusan napas terakhir Apius.

"Mereka sekolah ingin menjadi orang besar, tapi sampai sekarang tidak selesai kasus ini. Itu kenapa saya datangi tempat ini mencari keadilan," kata Obet, melalui terjemahan Yones Douw.

Obet mengatakan, putranya tak pernah berbuat jahat, tetapi harus mengalami kejadian yang merenggut nyawanya.

Bertahun-tahun Obet menanti janji pemerintah untuk menuntaskan kasus ini.

Halaman
123
Editor: Rizki Laelani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved