Berita Banyuwangi

Umsida dan Akademisi dari 10 Negara Jadikan Banyuwangi Laboratorium Emerging Media

Umsida dan para akademisi kampus dari 10 negara, meneliti perkembangan media baru dan pengetahuan sosial

Umsida dan Akademisi dari 10 Negara Jadikan Banyuwangi Laboratorium Emerging Media
Surya/Haorrahman
Konferensi internasional digelar, Jumat (7/12/2018), di Ballroom Hotel Ketapang Indah. 

Percepatan itu juga tidak lepas dari pemanfaatan media secara cerdas yang dilakukan oleh daerah.

“Saat ini Banyuwangi tidak hanya pariwisatanya saja yang menarik banyak orang. Tapi juga Banyuwangi sudah menjadi rujukan bagi banyak pihak untuk belajar banyak hal. Ini juga salah satu alasan kami gelar kegiatan ini di Banyuwangi,” terang Wahyuni.

Bupati Anas mengatakan, kemajuan Banyuwangi tidak bisa dilepaskan dari begitu pesatnya perkembangan media baru.

Gencarnya pariwisata daerah salah satunya berkat kemudahan berbagi pesan dan gambar yang disediakan oleh media sosial.

“Pariwisata Banyuwangi tumbuh salah satunya berkat peran new media yang menciptakan digital economy. Begitu mudahnya untuk mengakses berbagai info tentang Banyuwangi dan pemesanan akomodasi secara online. Contohnya homestay di Banyuwangi yang tumbuh dengan pesat lewat pemasaran online,” ujar Anas.

Pakar hukum Umsida, Ahmad Riyadh mengatakan, perkembangan teknologi mendorong munculnya media-media baru.

Media bukan hanya berarti pers, namun kini muncul media non pers.

"Masih banyak pihak belum memahami media-media baru yang muncul bersama dengan pertumbuhan teknologi tersebut. Dengan pemahaman yang cukup pemanfaatan media baru tersebut diharapkan lebih maksimal," kata Riyadh.

Riyadh mengatakan, dengan munculnya penyedia jasa transportasi daring seperti gojek, grab dan uber atau agen wisata daring seperti treveloka, pegi-pegi dan booking.com merupakan bukti konkret lahirnya media baru dalam industri.

Riyadh mengatakan, potensi perputaran uang tersebut menunjukkan ada potensi ekonomi yang bisa dimanfaatkan.

Media baru, lanjut Riyadh, tak hanya memberikan potensi ekonomi tetapi juga meningkatkan kesejahteraan.

“Kalau kita bicara kesejahteraan, bukan hanya soal uang. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi membuktikan bisa meningkatkan kesejahteraan dengan pelayanan publik yang memanfaatkan media baru,” kata dia. (haorrahman)

Editor: Irma Budiarti
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved